Banda Aceh dan Grasse Prancis Sepakati Kerja Sama Kembangkan Industri Parfum

  • 24 Jun 2026 09:47 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama Kota Grasse, Prancis (ibu kota parfum dunia)
  • Kerja sama ini berfokus pada pengembangan SDM di bidang industri atsiri, pariwisata berbasis wewangian (fragrance tourism), penguatan ekonomi kreatif, serta transfer teknologi
  • Kolaborasi ini didukung penuh oleh KJRI Marseille sebagai model kerja sama antarpemerintah daerah (sister city)

KBRN, Banda Aceh: Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperluas jejaring internasional guna memperkuat posisinya sebagai "Kota Parfum Indonesia". Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama antara Kota Banda Aceh dan Kota Grasse, Prancis, yang dikenal sebagai ibu kota parfum dunia pada Rabu 17 Juni 2026.

Kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan visi kedua kota dalam mengembangkan potensi tanaman aromatik dan industri parfum sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar tentang wewangian, melainkan membangun jembatan ekonomi yang kuat antara kedua wilayah.

“Banda Aceh dan Grasse dipertemukan oleh parfum. Namun lebih dari itu, hari ini kita membangun jembatan kolaborasi antara dua kota yang memiliki semangat yang sama, yaitu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap kemitraan ini melahirkan program-program konkret yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di kedua kota,” ujar Illiza Sa’aduddin Djamal.

Fokus Kerja Sama dan Sambutan Hangat Kota Grasse

Wali Kota Grasse, Jérôme Viaud, menyambut baik penandatanganan LoI ini sebagai langkah awal kemitraan jangka panjang. Menurutnya, jarak ribuan kilometer tidak menghalangi kesamaan visi kedua kota dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal.

"LoI ini merupakan titik awal dari kemitraan yang dibangun atas dasar pertukaran, kepercayaan, dan berbagi pengalaman,” kata Jérôme Viaud.

Hubungan kemitraan Banda Aceh–Grasse ini akan mengedepankan prinsip saling menguntungkan dengan fokus pada beberapa sektor utama, antara lain:

Dukungan Penuh dari KJRI Marseille

Langkah strategis ini turut mendapat apresiasi positif dari Korps Diplomat Indonesia di Prancis. Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Marseille, Dian Kusumaningsih, menilai kemitraan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antarpemerintah daerah (sister city) dapat membuka peluang baru di berbagai bidang.

“Kemitraan antara Banda Aceh dan Grasse menunjukkan bagaimana kerja sama antarpemerintah daerah dapat membuka peluang baru di bidang ekonomi, pendidikan, dan inovasi. KJRI Marseille berharap kolaborasi ini dapat berkembang menjadi model kerja sama yang saling menguntungkan dan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Prancis di tingkat daerah,” tutur Dian.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan pada Mei 2025 melalui program “Banda Aceh Kota Parfum Indonesia”, Pemerintah Kota Banda Aceh aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Komoditas unggulan asal Aceh seperti minyak nilam (patchouli) dan tanaman aromatik lainnya terus digenjot bersama pelaku UMKM, perguruan tinggi, kementerian, hingga mitra internasional guna mendorong pertumbuhan industri parfum nasional serta menciptakan lapangan kerja baru. (Sumber : KJRI Marseille )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....