Komunitas Digital Marketing Aceh Dorong UMKM Go Nasional

  • 14 Jun 2026 09:05 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Digital Marketing Aceh terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital. Langkah ini dilakukan agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional.

Inisiator Komunitas Digital Marketing Aceh, Muhammad Fauzan, mengatakan komunitas tersebut lahir dari keinginan berbagi pengetahuan. Ia ingin masyarakat Aceh lebih siap menghadapi perubahan ekonomi digital.

Fauzan menjelaskan pengalaman bekerja di luar negeri menjadi inspirasi pembentukan komunitas tersebut. Ia melihat banyak diaspora Aceh ingin berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi masyarakat. Digital marketing menjadi salah satu keterampilan penting untuk meningkatkan pendapatan.

“Kalau enggak digital marketing sekarang kita enggak akan bisa survive. Jualan apapun harus mampu muncul di permukaan,” ujarnya dalam Dialog Beranda Astacita Ekonomi Digital, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menyebut komunitas tersebut telah memiliki sekitar 100 anggota aktif. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usaha.

Mereka terdiri dari pelaku UMKM, tenaga pemasaran, konten kreator, hingga pekerja teknologi informasi. Komunitas juga rutin menggelar webinar dan sesi berbagi pengetahuan.

Fauzan mengatakan literasi digital masih menjadi tantangan utama di Aceh. Banyak masyarakat membutuhkan pengetahuan, tetapi belum konsisten mengikuti proses pembelajaran.

“Dalam ekonomi saat ini, satu sumber pendapatan tidak cukup. Digital marketing bisa menjadi peluang mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.

Ia menilai sektor kopi, kerajinan tangan, dan produk berbasis sumber daya alam memiliki potensi besar. Produk-produk tersebut dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital.

Selain itu, komunitas juga membuka akses pembelajaran bagi masyarakat di berbagai daerah. Anggotanya tidak hanya berasal dari Banda Aceh, tetapi juga wilayah lain di Aceh dan luar daerah.

Fauzan berharap ekosistem digital Aceh semakin berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Ia ingin lebih banyak produk lokal dikenal dan diminati konsumen nasional.

“Kalau kita tidak mulai belajar sekarang, kita akan terus tertinggal. Dunia sudah bergerak ke arah digital dan persaingan semakin terbuka,” ucapnya.

Ia mengajak generasi muda dan pelaku UMKM untuk segera meningkatkan kemampuan digital. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat Aceh di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....