Begini Cara Praktis Belajar Investasi Saham

  • 09 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Investasi saham menjadi salah satu pilihan masyarakat menjaga nilai uang dari dampak inflasi. Pemahaman dasar dinilai penting agar masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan terukur.

Branch Representative RHB Sekuritas Indonesia Kantor Perwakilan Aceh, Mursalim Hasan Birga, SE, M.Si, Ak, CA,ASEAN CPA, RSA, RTA, mengatakan inflasi terus menurunkan daya beli uang setiap tahun. Karena itu, masyarakat perlu mempertimbangkan instrumen investasi yang mampu memberikan pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.

"Kalau uang hanya disimpan dalam tabungan, nilainya sebenarnya terus menyusut akibat inflasi. Saham berpotensi melampaui inflasi dalam jangka panjang," ujarnya pada Dialog Beranda Astacita RRI Banda Aceh, Rabu 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan langkah pertama bagi calon investor bukan menyiapkan modal besar. Menurutnya, masyarakat harus lebih dahulu mempelajari konsep dasar investasi saham sebelum melakukan transaksi.

"Langkah pertama bukan menyiapkan uang, tetapi menyiapkan niat untuk belajar. Pahami dulu prinsip dasar saham," katanya.

Mursalim mengingatkan masyarakat hanya membuka rekening efek melalui perusahaan sekuritas resmi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia juga mengimbau masyarakat tidak mentransfer dana kepada pihak pribadi yang menjanjikan keuntungan investasi.

Menurutnya, investasi saham kini semakin mudah dijangkau masyarakat. Pembukaan rekening dapat dilakukan secara digital dengan persyaratan sederhana menggunakan KTP, rekening bank pribadi, serta alamat surat elektronik.

Ia mengatakan masyarakat tidak perlu memiliki modal besar untuk mulai berinvestasi. Bahkan, investasi dapat dimulai dengan dana yang relatif kecil sesuai harga saham yang dibeli.

"Berapapun dana dapat digunakan selama cukup membeli satu lot saham. Yang penting mulai belajar terlebih dahulu," ucapnya.

Mursalim juga menyarankan investor pemula memilih perusahaan dengan fundamental kuat dan rutin mencatat keuntungan. Selain itu, investor sebaiknya membeli saham perusahaan yang produknya digunakan masyarakat sehari-hari.

Ia menambahkan investor perlu menghindari keputusan berdasarkan emosi saat harga saham berfluktuasi. Investasi sebaiknya menggunakan dana jangka panjang, bukan dana kebutuhan sehari-hari.

"Jangan takut dengan pasar modal. Takutlah jika kita tidak mempersiapkan masa depan finansial sejak dini. Mulailah dari nominal kecil melalui jalur yang legal dan logis," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Mursalim mengajak masyarakat mengikuti program edukasi pasar modal yang rutin diselenggarakan Bursa Efek Indonesia bersama perusahaan sekuritas. Menurutnya, peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat terhindar dari investasi ilegal maupun penawaran investasi bodong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....