Serapan Gabah BULOG Aceh Capai 50 Persen, Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun

  • 17 Apr 2026 17:52 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh mencatat realisasi penyerapan gabah petani telah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan pada tahun 2026. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat hingga memenuhi target penuh guna menjaga ketahanan pangan di daerah.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Budi Sultika, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat 17 April 2026, mengatakan hingga 16 April 2026, serapan gabah kering panen (GKP) telah mencapai 134.513 ton atau setara 68.382 ton beras. Angka ini setara dengan sekitar 50,17 persen dari target total yang ditetapkan sebesar 248.467 ton GKP atau setara 134.289 ton beras.

“Serapan gabah petani kita sudah 50,17 persen dari target. Ini akan terus kita kejar sampai 100 persen untuk memastikan swasembada pangan, dimulai dari provinsi paling barat Indonesia,” ujar Budi didampingi oleh Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Alhori.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Budi Sultika, (kanan) didampingi Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Alhori (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait dengan stok beras dan target serapan gabah petani di Banda Aceh, Jumat 17 April 2026 (Foto: RRI/Munzir)

Ia menjelaskan, saat ini stok beras yang tersimpan di gudang BULOG Aceh mencapai sekitar 65 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi momen hari besar keagamaan.

“Stok kita aman, sangat aman. Untuk Idul Adha aman, bahkan sampai akhir tahun pun kita pastikan tetap aman,” katanya.

Meski demikian, Budi mengakui capaian serapan sempat terdampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Aceh Timur. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen tidak optimal sehingga target awal serapan yang seharusnya mencapai 70 persen belum terpenuhi.

“Sekitar 20 persen potensi serapan hilang akibat bencana. Panen akhir tahun lalu yang seharusnya menopang awal tahun ini terdampak cukup signifikan,” ujarnya.

BULOG menargetkan serapan gabah dapat mencapai 70 persen hingga Juni 2026, sementara sisanya akan dikejar melalui panen kedua pada akhir tahun. Di sisi lain, tantangan juga dihadapi dari keterbatasan kapasitas gudang yang saat ini hanya mampu menampung sekitar 62 ribu ton, sementara kebutuhan penyimpanan melebihi 130 ribu ton.

“Untuk mengatasi keterbatasan gudang, kami bekerja sama dengan mitra dan pemerintah daerah untuk menyewa gudang tambahan agar target tetap tercapai,” kata Budi.

Budi menyebutkan, Selain menjaga stok, BULOG juga berperan dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, sesuai harga terendah yang ditetapkan pemerintah Rp6.500 perkilogram . Saat ini, harga gabah berada di kisaran Rp6.912 per kilogram, yang dinilai masih sesuai dan menguntungkan petani. "Kami bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus berkolaborasi untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar, harga tetap terjangkau, serta inflasi tetap terkendali di Aceh," pungkas Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....