Provinsi Aceh Usulkan Teungku Chik Pante Geulima Sebagai Pahlawan Nasional
- 21 Mei 2026 08:29 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO.ID, Banda Aceh – Pemerintah Aceh kembali mengusulkan Teungku Chik Pante Geulima sebagai Pahlawan Nasional. Ulama kharismatik yang dikenal sebagai panglima perang, pendidik, dan sastrawan itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjuangan rakyat Aceh melawan kolonialisme Belanda pada abad ke-19.
Usulan tersebut kini memasuki tahap seminar yang digelar di Dinas Sosial Aceh, Rabu 20 Mei 2026. Seminar dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, sejarawan, hingga ahli waris Teungku Chik Pante Geulima, atau Syekh Ismail Bin Ya'qub.
Mewakili Ahli Waris sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Tgk Chik Pante Geulima, Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si mengatakan perjuangan tokoh tersebut tidak hanya menjadi warisan sejarah bagi keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi perjuangan rakyat Aceh.

Menurutnya, Penulis Hikayat Malem Dagang itu, dikenal gigih berjuang demi agama dan bangsa di berbagai wilayah Aceh hingga ke Tanah Batak bersama pasukan Sisingamangaraja XII dalam menghadapi agresi Belanda.

“Perjuangan beliau dalam memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda hingga gugur syahid pada 1901 menjadi alasan kuat untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Mustafa.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, S.STP menyebut sosok Teungku Chik Pante Geulima tidak hanya penting dalam sejarah Aceh, tetapi juga memiliki nilai inspiratif bagi bangsa Indonesia.
Ia menilai, di usia yang masih muda, yakni sekitar 26 tahun, Teungku Chik Pante Geulima telah menunjukkan kepemimpinan yang memadukan nilai keislaman, pendidikan, dan perjuangan rakyat.
“Beliau merupakan figur yang mampu menyatukan nilai agama, kepemimpinan, pendidikan, dan semangat perjuangan dalam satu keteladanan,” ujar Michael.
Dalam seminar tersebut turut hadir sejumlah narasumber, di antaranya sejarawan Prof. Dr. Anhar Gonggong, Dr. M. Adly Abdullah, Tgk Habibie Waly, serta Dr. Laode Taufik Nuryadin dari Kementerian Sosial RI.
Pemerintah Aceh bersama akademisi dan budayawan terus mendorong penguatan dokumen sejarah, kajian ilmiah, dan bukti perjuangan sebagai syarat pengusulan gelar Pahlawan Nasional kepada pemerintah pusat.
Bagi masyarakat Aceh, pengusulan Teungku Chik Pante Geulima bukan hanya bentuk penghargaan simbolis, tetapi juga penegasan bahwa sejarah perjuangan daerah memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....