Ikhtiar, Doa dan Tawakal, Tiga Kunci Menghadapi Hasil yang Tak Sesuai Harapan

  • 08 Sep 2026 15:23 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Setiap manusia memiliki cita-cita dan harapan yang ingin dicapai. Namun, dalam proses mewujudkannya, ikhtiar perlu disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT agar seseorang tidak mudah kecewa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Tengku Barul Walidin, S.Pd.I., M.Pd., selaku Penyuluh Agama Islam Kota Banda Aceh, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada Program Dialog Kajian Islami, Jumat 4 September 2026.

Menurutnya, seorang muslim harus tetap optimistis dalam berusaha. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berikhtiar, karena manusia memiliki kewajiban untuk berusaha, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, semua berawal dari mimpi dan cita-cita. Cita-cita menjadi penting karena menunjukkan adanya sesuatu yang ingin dicapai, sehingga seseorang terdorong untuk melakukan berbagai upaya.

“Pertama kan optimis. Kita harus yakin kita ini dibantu sama Allah. Semua berawal dari mimpi, semua berawal dari cita-cita,” ujar Ustaz Tengku Barul.

Ia menambahkan, setelah melakukan ikhtiar, seorang muslim harus menyadari bahwa segala ketentuan telah diatur oleh Allah SWT. Karena itu, usaha perlu diiringi dengan doa dan penyerahan diri kepada Allah sebagai bentuk tawakal.

Ustaz Tengku Barul juga mengingatkan agar seseorang tidak berhenti hanya karena mengalami kegagalan. Menurutnya, kegagalan dalam mencapai suatu tujuan bukan berarti seluruh usaha menjadi sia-sia.

“Pantang menyerah dalam usaha dan jangan lupa berdoa. Doa tanpa usaha bohong namanya. Apalagi usaha tanpa doa itu sombong namanya,” katanya.

Ia menekankan, ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan. Dalam pandangan Islam, manusia tetap perlu melakukan usaha sebagai bagian dari sebab dan akibat, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

“Allah memberlakukan sesuatu itu sesuai dengan sunatullah. Ada sebab akibatnya,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar seseorang tidak mudah kecewa terhadap keadaan ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Dengan tetap berikhtiar, berdoa, dan bertawakal, seseorang dapat menerima hasil dengan keyakinan bahwa Allah SWT memiliki ketentuan terbaik.

“Kalau kita amalkan, kita enggak akan pernah kecewa sama agama, kecewa sama Allah, kecewa sama keadaan. Karena semua sudah ditentukan dan kita berikhtiar, hasilnya serahkan saja sama Allah. Pasti ada nanti yang terbaik,” pungkasnya.

Ia berharap pemahaman mengenai keseimbangan antara ikhtiar, doa, dan tawakal dapat menjadi pegangan, terutama bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan dalam pendidikan, pekerjaan maupun cita-cita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....