Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Kunci Menjaga Kelestarian Laut Aceh
- 12 Jul 2026 18:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci menjaga kelestarian laut Aceh yang menghadapi berbagai ancaman lingkungan. Sinergi diperlukan antara pemerintah, komunitas, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Pendiri Aquatic Youth, Ibnu Husada, S.Pi dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026. Menurutnya, pelestarian laut tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
"Laut Aceh adalah tanggung jawab bersama karena tantangannya sangat kompleks," kata Ibnu. Ia menegaskan kolaborasi menjadi langkah utama menjaga keberlanjutan ekosistem laut untuk generasi mendatang.
Ibnu mengatakan kualitas ekosistem terumbu karang di Banda Aceh dan Sabang mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi pemanasan global serta praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Menurutnya, rehabilitasi ekosistem dilakukan melalui penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, penanaman lamun, serta aksi bersih pantai. Program tersebut melibatkan berbagai mitra dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan organisasi lingkungan.
Aquatic Youth juga bekerja sama dengan Lamjabat Foundation, Universitas Syiah Kuala, ASEAN Diving Club, BBEL Lampulo, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. Dukungan turut datang dari Pelindo melalui program TJSL untuk pembibitan terumbu karang di Sabang.
Ibnu menjelaskan pihaknya mengembangkan pembibitan terumbu karang sebelum dilakukan transplantasi ke alam. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga tahun agar karang siap mendukung pemulihan ekosistem laut.
Ia mengakui masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, biaya operasional penyelaman, dan minimnya dukungan pendanaan. Selain itu, penerimaan masyarakat terhadap kegiatan konservasi juga masih beragam.
"Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi menjaga laut Aceh," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat mengikuti program adopsi terumbu karang sebagai bentuk partisipasi konservasi.
Ibnu berharap pemerintah memperkuat penegakan kawasan konservasi serta menyediakan fasilitas pendukung pengelolaan sampah. Ia juga mengajak generasi muda mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga kelestarian laut Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....