FOMO di Era Tren, Islam Ajarkan Bahagia Tak Harus Ikut Semua yang Viral

  • 29 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO semakin mudah ditemui di tengah derasnya arus informasi dan tren media sosial. Perasaan takut tertinggal karena tidak mengikuti gaya hidup, barang, tempat, atau aktivitas yang sedang ramai bahkan dapat membuat seseorang merasa cemas dan tidak nyaman.

Hal tersebut disampaikan Ika Puspita Yuda Esos, perwakilan Biro Muslimah DDII Kota Banda Aceh, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Pro 2 melalui program Cek Cerita Kamu, dengan tema “Pandangan Islam tentang FOMO vs JOMO, Bahagia Itu Gak Harus Ngikutin Trending”, Kamis 28 Agustus 2026.

Ika menjelaskan, FOMO muncul ketika seseorang merasa harus mengikuti apa yang sedang dilakukan orang lain agar tidak dianggap tertinggal. Kemudahan mengakses media sosial membuat kondisi tersebut semakin mudah terjadi.

Menurutnya, seseorang dapat merasa tidak nyaman ketika melihat unggahan orang lain yang sedang menikmati kebahagiaan, seperti berlibur, membeli barang baru, mengunjungi tempat yang sedang populer, atau mengikuti tren tertentu.

“Padahal itu berita bahagia, tetapi ketika kita melihatnya, muncul rasa sesak di hati, sedih dan cemas. Itu yang dinamakan FOMO,” jelas Ika.

FOMO dan JOMO, Dua Sikap yang Berlawanan

Dalam perbincangan tersebut, Ika turut memperkenalkan istilah JOMO atau Joy of Missing Out, yang menjadi kebalikan dari FOMO.

JOMO, kata dia, bukan berarti seseorang bersikap masa bodoh terhadap lingkungan. Sebaliknya, JOMO merupakan sikap tenang dalam menjalani kehidupan dengan merasa cukup dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah.

Orang dengan sikap tersebut tidak merasa harus mengikuti setiap tren yang muncul. Kebahagiaan tidak lagi diukur dari seberapa banyak barang yang dimiliki atau seberapa jauh seseorang mengikuti gaya hidup orang lain.

“Bahagia itu sudah ada ketika Allah memberikan sesuatu, dia akan merasa ini yang terbaik dari Allah,” ujarnya.

Ika menilai pola pikir tersebut penting diterapkan di tengah budaya media sosial yang kerap menghadirkan kehidupan orang lain dalam bentuk yang tampak sempurna.

Iri Hati Menjadi Salah Satu Akar FOMO

Dari perspektif Islam, Ika menyebut terdapat sejumlah hal yang dapat menjadi akar munculnya FOMO, salah satunya hasad atau iri hati. Seseorang dapat merasa tersakiti ketika melihat orang lain memperoleh sesuatu yang tidak dimilikinya.

Ia mencontohkan, seseorang mungkin melihat orang lain menggunakan telepon seluler terbaru, mengenakan pakaian yang sedang tren, atau mengunjungi kafe yang tengah populer. Keinginan untuk memiliki atau melakukan hal yang sama kemudian muncul karena takut dianggap tertinggal.

Menurut Ika, kondisi tersebut dapat membuat seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain, meskipun kebutuhan sebenarnya belum tentu menuntut hal tersebut.

“Tidak boleh membandingkan antara dapur kita dengan dapur orang lain, karena itu pasti sangat berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki porsi kehidupan yang berbeda. Karena itu, apa yang dimiliki seseorang tidak dapat dijadikan ukuran mutlak kebahagiaan bagi orang lain.

Islam Tidak Melarang Mengikuti Tren, tetapi Perlu Batas

Ika mengatakan Islam tidak serta-merta melarang seseorang mengikuti perkembangan zaman. Namun, setiap tren perlu disikapi dengan pertimbangan dan tidak diikuti secara membabi buta.

Ia mengingatkan pentingnya memeriksa dan mempertimbangkan informasi maupun tren sebelum memutuskan untuk mengikutinya. Jangan sampai keinginan mendapatkan pengakuan dari orang lain justru membuat seseorang mengabaikan kemampuan diri maupun nilai-nilai yang diyakini. Menurutnya, kebahagiaan tidak semestinya bergantung pada validasi sosial.

Ika menekankan bahwa ketenangan hati tidak lahir semata-mata karena seseorang mampu mengikuti berbagai tren. Dalam perspektif Islam, rasa cukup, syukur, dan kedekatan kepada Allah menjadi bagian penting dalam memperoleh ketenangan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....