Keluarga Jadi Benteng Kemerdekaan Generasi di Era Digital

  • 16 Agt 2026 19:15 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga generasi dari berbagai tantangan era digital. Orang tua perlu membekali anak dengan akidah, akhlak, serta kemampuan memilih dan menyaring informasi.

Dewan Pengarah IKAT Aceh, Rafiqah Ahmad, Lc, MA, menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh bertema “Menjaga Kemerdekaan Generasi: Tanggung Jawab Keluarga Muslim”, Jumat, 14 Agustus 2026.

Rafiqah mengatakan, kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga kebebasan menjalankan tuntunan Islam tanpa paksaan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat bagi anak, namun penggunaan secara berlebihan berpotensi menggeser prioritas, termasuk dalam menjalankan ibadah.

“Masalahnya ketidaksiapan kita sebagai orang tua untuk memanfaatkan internet secara bijak dan bertanggung jawab,” kata Rafiqah.

Ia menegaskan, teknologi tidak perlu dijauhi, tetapi penggunaannya harus diarahkan agar memberikan manfaat bagi perkembangan dan pendidikan anak.

Rafiqah menyebut keluarga merupakan benteng pertama sebelum anak berinteraksi dengan lingkungan luar. Karena itu, orang tua perlu membangun fondasi akidah dan iman agar anak memiliki kemampuan memilah informasi, konten, serta pergaulan.

Ia menekankan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Keduanya harus bersinergi dalam memberikan pendidikan, pengawasan, sekaligus pendampingan emosional.

Pendekatan emosional, kata Rafiqah, menjadi salah satu cara efektif dalam mendampingi anak menghadapi tantangan dunia digital. Kedekatan antara orang tua dan anak perlu dibangun agar anak merasa nyaman untuk terbuka ketika menghadapi persoalan atau menemukan informasi yang tidak sesuai dengan nilai agama.

Rafiqah juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi konten yang diakses anak melalui internet. Pengawasan diperlukan karena perkembangan teknologi memungkinkan anak memperoleh berbagai informasi tanpa sepengetahuan orang tua.

Menurutnya, guru juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Namun, tanggung jawab utama tetap berada di lingkungan keluarga.

Anak, lanjutnya, membutuhkan keteladanan nyata dari orang tua dan guru, bukan hanya nasihat.

“Generasi merdeka bukan generasi yang bebas melakukan apa saja, tetapi generasi yang mampu memilih yang benar meskipun yang salah sedang menjadi tren,” ujarnya.

Ia mengingatkan, sesuatu yang menjadi kebiasaan atau tren tidak selalu berarti benar. Karena itu, nilai kebenaran perlu terus ditanamkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Rafiqah mengajak para orang tua membangun kebiasaan-kebiasaan kecil dalam mendidik anak secara konsisten. Pendidikan yang dilakukan secara istiqamah dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....