Seimbangkan Dunia Digital dan Kehidupan Nyata

  • 12 Jul 2026 07:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial telah menjadi bagian dari keseharian remaja. Namun, di balik kemudahan mengakses informasi dan berinteraksi secara digital, generasi muda diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas di dunia maya dan kehidupan nyata agar kesehatan mental maupun karakter tetap terpelihara.

Amsal, S.E., M.E., yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) 2026–2028, mengatakan banyak remaja saat ini menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar telepon genggam tanpa memiliki tujuan yang jelas.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat seseorang lebih sibuk mengejar pengakuan di dunia digital dibandingkan menikmati kehidupan nyata bersama keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, media sosial akan memberikan manfaat besar apabila digunakan sebagai sarana belajar, mencari inspirasi, dan mengembangkan potensi diri, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral.

"Hari ini para remaja mungkin tujuh sampai delapan jam itu digunakan penuh untuk media sosial saja," ujar Amsal saat diwawancarai RRI pada Jumat 10 Juli 2026.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memunculkan rasa cemas, kesepian, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di internet.

Lebih lanjut, Amsal menjelaskan media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menambah wawasan, menemukan peluang pendidikan, hingga membangun prestasi. Menurutnya, generasi muda perlu mampu mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh teknologi sehingga waktu yang dimiliki tetap produktif dan berkualitas.

Sementara itu, Ketua II Bidang Organisasi PB PII, Yusuf Wicaksono, S.Sos., mengajak remaja membangun lingkungan pertemanan yang sehat agar penggunaan media sosial memberikan dampak positif. "Pertama mungkin perbaiki circle. Karena dari circle inilah penentu bahwa kita mau menjadi seperti apa," katanya.

Yusuf juga mendorong anak muda memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi mengenai pendidikan, pelatihan, maupun kompetisi yang dapat meningkatkan kemampuan dan membuka peluang masa depan.

Menutup dialog, Amsal mengajak generasi muda untuk sesekali meletakkan telepon genggam dan menikmati kehidupan di sekitar mereka tanpa harus selalu terhubung dengan media sosial. "Penggunaan media sosial tidak hanya fokus mencari viral, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan manfaat dan menginspirasi banyak orang," ujarnya.

Ia berharap remaja mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk berkembang, tetap menjaga kesehatan mental, serta membangun karakter yang kuat di era digital.

Berita ini juga sangat selaras dengan ilustrasi yang kamu gunakan karena menggambarkan seorang remaja yang menikmati suasana alam sambil menggunakan ponsel secara santai dan tidak berlebihan. Nuansa visual tersebut memperkuat pesan utama berita, yaitu pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....