PII Pidie Jaya Hadirkan Ruang Kreatif Pelajar Muda

  • 22 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh – Pelajar dinilai memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya. Hal itu menjadi perhatian Pelajar Islam Indonesia (PII) Pidie Jaya yang berupaya menghadirkan ruang pembinaan, pengembangan kepemimpinan, dan kreativitas bagi generasi muda.

Ketua Umum PII Pidie Jaya, Yusril Mubarak, mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga mendorong pelajar agar mampu berpikir kritis, berani mengambil keputusan, serta terlibat dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Yusril dalam program CCK (Cek Cerita Kamu) Programa 2 RRI Banda Aceh, Rabu (19/8/2026), dalam pembahasan bertajuk “Dari Forum ke Aksi: Peran PII Bangun Pidie Jaya.”

Yusril menjelaskan, PII merupakan organisasi yang berfokus pada pembinaan pelajar, terutama dalam penguatan karakter, kepemimpinan, kemampuan berbicara di depan umum, dan kekompakan.

Menurutnya, keberadaan organisasi kepemudaan dan pelajar menjadi penting bagi Pidie Jaya karena daerah tersebut belum memiliki perguruan tinggi. Kondisi itu membuat aktivitas organisasi mahasiswa relatif terbatas. Karena itu, PII berupaya mengisi ruang pembinaan bagi pelajar agar tetap memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Kita hari ini mulai dari para pelajar. Pelajar ini nantinya akan menjadi pemuda. Karena itu, kami memberikan materi yang dapat mengasah pikiran kritis mereka,” ujar Yusril.

Ia menilai, keterbatasan fasilitas maupun keberadaan kampus tidak seharusnya membuat aktivitas kepemudaan di Pidie Jaya vakum. Pelajar, kata dia, tetap dapat menjadi pelopor perubahan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian PII adalah penggunaan gawai yang berlebihan. Menurut Yusril, perkembangan teknologi digital harus diarahkan menjadi sarana produktif, bukan sekadar hiburan.

PII Pidie Jaya kemudian berupaya menghadirkan berbagai kegiatan sebagai ruang alternatif bagi pelajar. Selain kegiatan tahunan seperti Leadership Basic Training, organisasi tersebut juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan lain yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelajar.

Salah satunya adalah Meligofest, kegiatan yang digelar setelah bencana untuk memberikan ruang bagi pelajar dalam memulihkan semangat dan mengurangi tekanan psikologis akibat bencana.

Yusril mengatakan, kondisi pascabencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga dapat menambah beban mental dan ekonomi keluarga. Karena itu, pelajar membutuhkan ruang untuk beraktivitas, berinteraksi, dan kembali membangun semangat.

Dalam kegiatan tersebut, PII menghadirkan penyanyi Rafli Kande untuk memberikan hiburan kepada para pelajar. Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi salah satu cara membantu pelajar melewati masa pemulihan setelah bencana.

Selain itu, PII Pidie Jaya juga menyelenggarakan Sekolah Parlemen pada 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 pemuda dan pelajar Pidie Jaya. Dalam kegiatan itu, PII menghadirkan anggota DPD RI, Haji Uma, untuk memberikan pemahaman mengenai parlemen dan peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Yusril menyebut kegiatan tersebut menunjukkan bahwa organisasi pelajar juga dapat membangun jaringan dengan berbagai pihak dan menghadirkan tokoh-tokoh yang dapat memberikan wawasan kepada generasi muda.

Namun, pelaksanaan berbagai kegiatan tidak terlepas dari kendala. Yusril mengakui, kekompakan panitia yang sebagian besar masih berstatus pelajar menjadi salah satu tantangan. Selain itu, keterbatasan finansial juga menjadi persoalan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Meski demikian, ia menilai kendala tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran. Setiap kegiatan, menurutnya, dapat menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki kekurangan pada kegiatan berikutnya.

Dalam menjalankan organisasi sekaligus kuliah, Yusril memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah koordinasi. Pertemuan dan komunikasi dengan pengurus maupun pemerintah dapat dilakukan melalui Zoom atau Google Meet sehingga jarak tidak lagi menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas organisasi.

Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan lebih banyak ruang bagi pelajar dan pemuda untuk menyalurkan kreativitas. Menurut Yusril, Pidie Jaya tidak kekurangan generasi muda yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan wadah yang konsisten untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Ia mencontohkan kegiatan kepemudaan dan pelajar yang sempat vakum setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan kegiatan yang terarah dan berkelanjutan agar potensi generasi muda dapat tersalurkan melalui aktivitas yang positif.

Yusril menegaskan, PII Pidie Jaya ingin ikut mendorong daerah tersebut agar tidak dikenal sebagai daerah yang vakum dalam aktivitas kepemudaan. Meski Pidie Jaya masih tergolong daerah muda, ia berharap generasi mudanya mampu bersaing dengan daerah lain.

“Pidie Jaya sebenarnya tidak kekurangan orang pintar. Yang kurang adalah wadah untuk mereka mengimplementasikan kemampuan,” kata Yusril.

Ia mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, memanfaatkan perkembangan teknologi dan waktu yang dimiliki untuk kegiatan yang produktif. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kemauan untuk belajar, berproses, dan mengambil kesempatan.

Yusril juga mendorong pelajar agar berani membangun jaringan yang lebih luas, mulai dari tingkat daerah hingga nasional dan internasional.

“Orang besar tidak lahir secara instan. Orang-orang besar lahir ketika mereka mau,” ujarnya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PII Pidie Jaya berupaya mengubah forum diskusi menjadi aksi nyata. Pembinaan pelajar, penguatan kepemimpinan, kegiatan pascabencana, pendidikan demokrasi, hingga pengembangan kreativitas menjadi bagian dari langkah organisasi dalam membangun generasi muda Pidie Jaya.

Bagi Yusril, masa depan Pidie Jaya tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tersedianya ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....