Jadikan Media Sosial Sebagai Ruang Prestasi, Bukan Sekadar Mencari Viral
- 12 Jul 2026 07:05 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda di era digital. Di balik kemudahan mengakses informasi dan membangun jejaring, media sosial juga menyimpan peluang besar untuk meningkatkan prestasi apabila dimanfaatkan secara bijak.
Hal tersebut mengemuka dalam program dialog "Cerita Kamu" Pro 2 RRI Banda Aceh yang mengangkat tema "Remaja dan Media Sosial: Antara Prestasi, Tekanan Mental, dan Perubahan Karakter". Dialog tersebut menghadirkan Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia (PII) 2026–2028, Amsal, S.E., M.E., dan Ketua II Bidang Organisasi PB PII, Yusuf Wicaksono, S.Sos., sebagai narasumber.
Amsal mengatakan media sosial seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan membangun prestasi. Menurutnya, pelajar dapat memanfaatkan berbagai platform digital sebagai media belajar, berdiskusi, berdakwah, hingga membangun peluang ekonomi secara kreatif.
"Media sosial ini harus menjadi ruang-ruang diskusi baru. Pelajar bisa memanfaatkannya sebagai ruang prestasi, ruang belajar, ruang dakwah, bahkan sebagai media untuk berpenghasilan dan menginspirasi orang lain," ujar Amsal saat diwawancarai RRI pada Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi telah membuka akses yang jauh lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan. Amsal mengaku dirinya juga memperoleh banyak informasi mengenai pendidikan dan beasiswa melalui media sosial hingga akhirnya melanjutkan pendidikan doktoral.
Sementara itu, Yusuf Wicaksono menilai media sosial telah menghadirkan ruang baru bagi anak muda untuk bertumbuh sekaligus memperoleh penghasilan. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuat seseorang tidak lagi bergantung pada pekerjaan konvensional karena berbagai peluang usaha dan profesi kreatif kini dapat dimulai hanya dengan bermodalkan telepon genggam.
"Kalau dulu orang berpenghasilan dari profesi tetap, sekarang tidak lagi. Anak muda yang hanya bermodal telepon genggam bisa memperoleh penghasilan melalui media sosial. Di sana juga menjadi ruang bertumbuh dan berkembang karena kita bisa belajar dari siapa saja," kata Yusuf. Ia menambahkan, media sosial memungkinkan generasi muda bertemu dengan komunitas yang memiliki minat serupa sehingga proses belajar dan pengembangan diri menjadi lebih cepat.
Meski demikian, kedua narasumber mengingatkan bahwa keberhasilan memanfaatkan media sosial bergantung pada kemampuan pengguna dalam menentukan tujuan serta mengelola waktu. Yusuf mengatakan banyak informasi mengenai lomba, pelatihan, hingga kesempatan mengembangkan keterampilan yang kini mudah ditemukan melalui media sosial sehingga peluang tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi.
Menutup dialog, Amsal mengajak generasi muda agar tidak hanya mengejar popularitas di dunia digital, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. "Penggunaan media sosial tidak hanya fokus mencari viral, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan manfaat dan menginspirasi banyak orang," ujarnya. Ia berharap semakin banyak remaja yang mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun karakter, prestasi, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....