Korban Relasi Toksik Perlu Berani Bangkit dan Mencari Pertolongan
- 03 Agt 2026 00:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari, mengajak korban relasi toksik untuk tidak bertahan dalam hubungan yang merugikan diri sendiri, tetapi berani mengambil langkah keluar dan mencari dukungan dari orang-orang terpercaya. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis 30 Juli 2026.
Menurut Esti, hubungan yang tidak sehat dapat memberikan dampak yang luas, tidak hanya pada kondisi emosional, tetapi juga terhadap rasa percaya diri dan kualitas hidup seseorang. Karena itu, korban perlu menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk hidup dalam hubungan yang saling menghargai dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun manipulasi.
"Percaya sama diri kita bahwa kita tuh mampu untuk keluar dari hubungan toksik itu," ujar Esti. Ia menegaskan bahwa seseorang tidak boleh terus-menerus merasa terjebak dalam hubungan yang menyakiti hanya karena takut kehilangan pasangan atau khawatir menghadapi kehidupan setelah berpisah.
Esti menjelaskan, salah satu tantangan yang sering dihadapi korban relasi toksik adalah munculnya ketergantungan emosional yang membuat mereka sulit mengambil keputusan. Kondisi tersebut kerap diperparah dengan manipulasi dari pelaku yang membuat korban merasa bersalah, tidak berharga, atau meyakini bahwa dirinya tidak akan mampu menjalani hidup tanpa pasangan.
Ia mengatakan proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, keluarga, sahabat, maupun komunitas memiliki peran penting dalam membantu korban membangun kembali kepercayaan diri serta memastikan mereka tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
"Jangan takut untuk meminta bantuan ketika merasa sudah tidak sanggup menghadapi semuanya sendiri," kata Esti. Ia menilai mencari pertolongan bukan merupakan tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk melindungi diri dan memulai kehidupan yang lebih sehat.
Esti berharap masyarakat semakin peduli terhadap isu relasi toksik dengan tidak menyalahkan korban, melainkan memberikan ruang yang aman bagi mereka untuk pulih. Ia juga mengajak generasi muda membangun hubungan yang didasari rasa saling menghormati, komunikasi yang sehat, dan nilai-nilai agama agar setiap relasi menjadi tempat bertumbuh, bukan sumber luka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....