Sedang Jatuh Cinta? Jangan Terburu-buru Memutuskan

  • 03 Agt 2026 00:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perasaan jatuh cinta dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan sehingga diperlukan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Hal tersebut disampaikan Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Esti, seseorang yang sedang jatuh cinta cenderung lebih mengedepankan perasaan dibandingkan pertimbangan rasional. Kondisi tersebut membuat seseorang sering kali sulit melihat kekurangan pasangan secara objektif sehingga berisiko mengambil keputusan yang kurang tepat.

"Kalau seseorang sedang jatuh cinta, biasanya dia melihat semuanya indah. Hal-hal yang seharusnya menjadi tanda bahaya sering kali tidak disadari karena perasaannya sedang mendominasi," ujar Esti. Ia mengatakan kondisi tersebut merupakan hal yang wajar, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir jernih sebelum menentukan langkah dalam sebuah hubungan.

Esti menjelaskan, dari sisi psikologi, perasaan jatuh cinta berkaitan dengan meningkatnya hormon dopamin yang memunculkan rasa senang, nyaman, dan bahagia. Akibatnya, seseorang dapat lebih fokus pada kelebihan pasangan dan cenderung mengabaikan berbagai kekurangan atau perilaku yang sebenarnya perlu diwaspadai.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terburu-buru mengambil keputusan penting ketika sedang berada dalam fase jatuh cinta. Menurutnya, melibatkan keluarga maupun orang-orang yang dipercaya dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap hubungan yang sedang dijalani.

"Karena itu kita butuh orang lain yang bisa melihat dengan lebih jernih, yang bisa mengingatkan ketika ada sesuatu yang mungkin tidak kita sadari," katanya. Esti menilai masukan dari orang tua maupun sahabat yang dapat dipercaya menjadi bagian penting agar seseorang tidak terjebak pada keputusan yang hanya didasarkan oleh emosi sesaat.

Esti berharap generasi muda mampu menyeimbangkan perasaan dengan akal sehat dalam membangun relasi. Menurutnya, hubungan yang sehat tidak hanya dibangun atas dasar rasa cinta, tetapi juga pertimbangan yang matang, nilai-nilai agama, serta kesiapan untuk saling bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....