Pertemanan Laki-laki dan Perempuan perlu ada Batasan, Begini Alasannya

  • 03 Agt 2026 00:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Pertemanan antara laki-laki dan perempuan tetap dapat terjalin dengan baik selama masing-masing memahami batasan sesuai nilai agama dan etika. Islam tidak melarang laki-laki dan perempuan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan maupun pekerjaan. Namun, interaksi tersebut perlu dilakukan dengan menjaga adab, tujuan yang jelas, serta tidak membuka peluang yang dapat menimbulkan fitnah maupun hubungan yang melampaui batas.

"Kita tetap bisa berteman, tetap bisa berkomunikasi, tetapi harus tahu batasannya," ujar Esti Wulansari dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis 30 Juli 2026.Ia menjelaskan bahwa menjaga batasan bukan berarti membatasi ruang gerak seseorang, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar hubungan tetap sehat dan saling menghormati.

Esti menilai, batasan dalam pertemanan menjadi penting karena hubungan yang awalnya hanya sebatas teman dapat berkembang menjadi kedekatan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang bersikap dan berpotensi menimbulkan persoalan apabila salah satu pihak mulai memiliki perasaan yang tidak diungkapkan secara sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa kemudahan berkomunikasi melalui media sosial membuat interaksi antara laki-laki dan perempuan semakin intens. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki kesadaran untuk menjaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui ruang digital, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun ketergantungan emosional.

"Islam memberikan batasan bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menjaga kita," kata Esti. Menurutnya, ketika setiap orang mampu menjaga adab dalam pergaulan, hubungan yang terjalin akan lebih sehat, saling menghargai, dan terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Esti berharap generasi muda dapat memanfaatkan pertemanan sebagai sarana belajar, berkarya, dan saling mendukung dalam hal-hal yang positif tanpa harus mengabaikan nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa menjaga batasan dalam berinteraksi bukan berarti membatasi persahabatan, melainkan membangun hubungan yang lebih dewasa, bermartabat, dan membawa manfaat bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....