Kominfo: Literasi Digital Cegah Anak Terjerat Judi Online

  • 13 Jul 2026 10:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rendahnya literasi digital membuat anak dan remaja semakin rentan terpapar judi online melalui berbagai platform digital. Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan orang tua serta edukasi berkelanjutan dari seluruh pihak.

Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Asna Mardiah, S.STP, menilai ancaman judi online sudah sangat serius. Menurutnya, kemudahan akses perangkat digital belum diimbangi pemahaman penggunaan internet secara bijak.

"Anak-anak mendapat akses perangkat digital, tetapi tidak dibarengi dengan literasi digital yang memadai," kata Asna dalam Dialog Idola RRI Banda Aceh, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan anak umumnya mengenal judi online melalui iklan, tautan, maupun pergaulan di media sosial. Rasa ingin tahu membuat mereka mudah mencoba tanpa memahami risiko yang dihadapi.

Asna menyebut anak mulai rentan terpapar judi online sejak kelas lima hingga enam sekolah dasar. Risiko meningkat ketika anak menggunakan perangkat pribadi tanpa pendampingan orang tua.

Menurutnya, banyak orang tua belum memahami pengaturan keamanan perangkat digital bagi anak. Kondisi itu membuat anak lebih mudah mengakses layanan yang seharusnya dibatasi berdasarkan usia.

Psikolog Wida menambahkan perkembangan otak anak belum matang dalam mengendalikan impuls dan mengambil keputusan. Karena itu, anak lebih mudah terpengaruh konten digital yang bersifat adiktif, termasuk judi online.

Asna mengajak orang tua meningkatkan literasi digital dan aktif mendampingi penggunaan gawai oleh anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak terjerumus dalam praktik judi online.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....