Cara Muslimah Menjaga Martabat di Era Digital

  • 12 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kebiasaan mengonsumsi konten yang memicu kecemasan dinilai dapat memperburuk kondisi psikologis perempuan. Da’iyah Perkotaan Banda Aceh, Regina Fadilla, S.Psi, mengingatkan pentingnya memilih referensi yang baik dan membatasi curahan masalah di media sosial.

"Ada dua prinsip yang mau saya tawarkan tentang bagaimana menjadi sosok perempuan yang tetap Allah ridhai di tengah perkembangan zaman ini. Pertama, sebagai perempuan itu butuh referensi. Kalau hari ini kita galau, overthinking, dan cemas, tetapi terus mengonsumsi hal-hal yang membuat semakin cemas, maka output-nya juga akan menjadi cemas lagi," ujar Regina kepada RRI Banda Aceh, Senin 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, referensi terbaik bagi perempuan dapat ditemukan melalui keteladanan empat perempuan mulia dalam Islam, yakni Fatimah binti Muhammad, Asiah istri Firaun, Maryam, dan Khadijah. Menurutnya, kisah mereka menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan kesabaran, sehingga orientasi hidup tidak hanya berfokus pada dunia, tetapi juga akhirat.

Selain itu, Regina mengingatkan agar perempuan tidak menjadikan media sosial sebagai tempat melampiaskan seluruh persoalan pribadi. "Perempuan harus bisa menjaga lisannya dan perilakunya untuk tidak mengumbar semuanya di media sosial. Tidak semua orang yang melihat keluh kesah kita akan menawarkan solusi atau berempati. Lebih baik membawa luka, sedih, dan masalah itu kepada Allah dalam sujud-sujud kita," sebutnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membandingkan kehidupan nyata dengan gambaran yang ditampilkan di media sosial. Karena itu, ia berharap perempuan mampu memilih referensi yang baik, membangun mental yang kuat, serta menjaga kehormatan diri sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....