Makna Kurban Ajarkan Ketaatan dan Kepedulian Sosial

  • 30 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Hari Raya Iduladha mengajarkan nilai ketaatan kepada Allah melalui keteladanan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Kisah tersebut juga menjadi pelajaran penting dalam membangun keluarga yang taat dan peduli sesama.

Pengamat Sosial Kepemudaan Islamic Civilization in Malay Archipelago Forum (ICOMAF), Ustadz Hadi Irfandi, S.Pd mengatakan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail merupakan teladan ketakwaan. Ketiganya menunjukkan kepatuhan penuh terhadap perintah Allah meski berada di luar logika manusia.

Menurutnya, ketaatan Nabi Ibrahim terlihat saat meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di kawasan tandus. Keputusan itu dijalankan karena merupakan perintah Allah SWT.

“Ketika perintah Allah datang, Nabi Ibrahim dan keluarganya memilih mendengar dan taat,” ujar Hadi dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan keteladanan juga tampak saat Nabi Ibrahim menerima perintah menyembelih Ismail. Sebelum melaksanakan perintah tersebut, Nabi Ibrahim terlebih dahulu berdialog dengan putranya.

Hadi menilai dialog itu menjadi contoh penting dalam pendidikan keluarga. Komunikasi yang baik dinilai mampu menanamkan nilai agama kepada anak sejak dini.

“Peristiwa dialog itu menunjukkan pentingnya komunikasi yang mengajak kepada ketaatan,” katanya.

Selain mengajarkan ketaatan, ibadah kurban juga memiliki makna sosial yang kuat. Pembagian daging kurban mengingatkan umat Islam untuk peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Hadi, Islam mengajarkan agar umat memperhatikan kondisi tetangga dan lingkungan sekitar. Kepedulian itu semakin penting di tengah kondisi masyarakat yang terdampak bencana dan kesulitan ekonomi.

Ia mengatakan kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata. Kurban juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Segala yang kita miliki tidak sepenuhnya menjadi milik kita. Ada hak saudara-saudara kita di dalamnya,” ucapnya.

Hadi menambahkan semangat kurban perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan menjadi bekal membangun masyarakat yang lebih harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....