Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail: Potret Keluarga yang Mengutamakan Ketaatan

  • 31 Mei 2026 16:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS pada peristiwa Iduladha mengandung pelajaran penting tentang ketakwaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

Pengamat sosial kepemudaan dari Islamic Civilization in Malay Archipelago Forum (ICMAF), Ustaz Hardi Irfandi, mengatakan peristiwa yang dialami keluarga Nabi Ibrahim sebelum lahirnya syariat kurban menunjukkan teladan luar biasa dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Jumat 29 Mei 2026, Hardi menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim pernah diperintahkan Allah SWT meninggalkan Siti Hajar dan putranya, Nabi Ismail, di sebuah lembah tandus yang saat itu tidak memiliki sumber air maupun tanda-tanda kehidupan.

Menurutnya, kondisi tersebut secara logika manusia tentu sulit diterima. Namun, ketika Siti Hajar menanyakan apakah keputusan tersebut merupakan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim menjawab dengan singkat bahwa hal itu merupakan perintah dari Sang Pencipta.

"Dari jawaban itu, Siti Hajar kemudian meyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan dirinya dan putranya. Keyakinan inilah yang menjadi salah satu teladan terbesar tentang keimanan dan ketakwaan," kata Hardi.

Ia menilai ketiga sosok tersebut menunjukkan sikap kepatuhan yang sempurna terhadap perintah Allah SWT, meskipun perintah tersebut berada di luar nalar dan perhitungan manusia. Sikap tersebut kemudian menjadi pelajaran penting bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Hardi menambahkan, nilai yang dapat dipetik dari kisah tersebut adalah pentingnya sikap sami'na wa atha'na atau "kami dengar dan kami taat" terhadap perintah Allah SWT. Prinsip itu, menurutnya, tercermin dalam kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang senantiasa mendahulukan ketaatan dibandingkan keraguan atau pertimbangan duniawi.

Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meneladani keteguhan iman, pengorbanan, dan kepatuhan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....