Kisah Kurban Ajarkan Pentingnya Dialog Orang Tua dan Anak
- 30 Mei 2026 00:41 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjelang peristiwa kurban dinilai menjadi teladan penting dalam membangun komunikasi keluarga. Hal itu disampaikan oleh Ustadz Hadi Irfandi, anggota ICOMAF (Islamic Civilization in Malay Archipelago Forum), dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 29 Mei 2026.
Ustadz Hadi menjelaskan, Nabi Ibrahim tidak langsung memaksakan kehendak kepada anaknya ketika menerima perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail. Sebaliknya, Nabi Ibrahim terlebih dahulu menyampaikan perintah tersebut melalui dialog penuh kasih sayang.
“Ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim bukan sosok yang otoriter. Beliau tetap mengutamakan komunikasi dengan anaknya meskipun itu adalah perintah langsung dari Allah,” ujar Ustadz Hadi.
Dalam dialog itu, Nabi Ismail disebut menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Sikap tersebut menurut Ustadz Hadi menjadi gambaran keberhasilan pendidikan agama dalam keluarga.
“Ketika anak langsung menerima ajakan kepada ketakwaan tanpa banyak penolakan, itu menunjukkan keberhasilan tarbiah atau pendidikan syariat dalam rumah tangga,” katanya.
Ia menilai, komunikasi antara orang tua dan anak saat ini mulai berkurang, khususnya komunikasi yang mengajak kepada nilai amar makruf nahi mungkar. Karena itu, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dinilai relevan dijadikan contoh dalam kehidupan keluarga modern.
Menurut Ustadz Hadi, keluarga yang dibangun dengan komunikasi tentang nilai agama akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia mengajak para orang tua untuk lebih sering berdialog dengan anak tentang nilai ketakwaan dan kebaikan.
“Proses komunikasi dalam keluarga sangat penting, terutama komunikasi yang mengajak kepada ketakwaan. Itu yang perlu dihidupkan kembali dalam keluarga hari ini,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....