Kesadaran Jadi Kunci Lunasi Utang Manusia pada Pohon
- 04 Mei 2026 05:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kesadaran manusia dinilai menjadi kunci melunasi utang terhadap pohon dan hutan. Perubahan pola hidup disebut lebih penting dibanding sekadar menanam kembali.
Hal itu disampaikan Inisiator Hutan Wakaf Aceh, Akmal Senja dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.
Akmal menjelaskan hubungan manusia dan pohon bersifat eksistensial. Setiap napas dan air yang dikonsumsi berasal dari sistem hutan.
“Ini bukan utang finansial, tetapi utang eksistensial terhadap alam,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, melunasi utang kepada pohon tidak cukup dengan menanam kembali. Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi menjadi langkah utama.
“Melunasinya dengan kesadaran dan mengubah cara hidup kita,” katanya. Ia mengingatkan agar manusia tidak mengeksploitasi alam berlebihan.
Ia menilai kondisi hutan di Aceh saat ini cukup memprihatinkan. Deforestasi terus terjadi, baik akibat aktivitas ilegal maupun legal.
“Kerusakan hutan sudah sangat tragis dan sulit disembunyikan,” ucapnya. Ia menyebut banyak pihak belum menjadikan hutan sebagai bagian hidup.
Akmal menambahkan, rendahnya kesadaran membuat manusia terus berutang pada alam. Pengetahuan tentang hutan belum menyentuh aspek emosional masyarakat.
“Kita tahu hutan penting, tetapi tidak merasa kehilangan,” ujarnya. Hal itu membuat kepedulian terhadap lingkungan menjadi lemah.
Ia juga menyoroti pentingnya etika lingkungan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan perilaku dinilai sebagai hasil nyata dari pendidikan.
“Etika harus dibangun agar perilaku terhadap alam berubah,” katanya. Ia menekankan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Akmal menilai peran pemerintah penting, namun tidak bisa menjadi satu-satunya harapan. Masyarakat harus mengambil inisiatif menjaga lingkungan.
“Kita tidak boleh sepenuhnya bergantung pada pemerintah,” ujarnya. Ia mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam konservasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui hutan wakaf. Konsep ini menjaga ekosistem sekaligus memberi manfaat berkelanjutan.
“Wakaf menjaga hutan, sementara hasilnya dimanfaatkan untuk semua makhluk,” ucapnya. Ia menyebut konsep ini sebagai bentuk kepedulian jangka panjang.
Akmal berharap masyarakat mulai membangun kesadaran dari hal kecil. Langkah sederhana dinilai lebih bermakna dibanding rencana besar tanpa aksi.
“Kita mungkin tidak bisa melunasi semuanya, tetapi jangan menambah utang,” katanya. Ia mengajak masyarakat menjaga alam demi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....