Kisah Anak Pengungsi Jadi Penguat Relawan
- 17 Apr 2026 21:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Pengalaman berinteraksi dengan anak-anak korban banjir menjadi cerita yang membekas bagi relawan Komunitas Ruang Gerak. Momen tersebut justru menjadi sumber semangat baru dalam menjalankan misi sosial.
COO Ruang Gerak, Rahmawati, mengungkapkan awalnya anak-anak di lokasi pengungsian cenderung tertutup. Mereka terlihat diam dan enggan berinteraksi dengan orang baru.
“Anak-anak itu butuh waktu untuk menerima kehadiran kami,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Selasa 31 Maret 2026.
Namun melalui pendekatan perlahan seperti bermain dan menggambar, suasana mulai berubah. Anak-anak mulai menunjukkan ekspresi yang lebih ceria dan terbuka.
Salah satu kegiatan yang paling disukai adalah menggambar ekspresi. Dari aktivitas sederhana itu, relawan dapat memahami perasaan yang dialami anak-anak.
“Mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan lewat gambar,” katanya.
Rahmawati juga mengingat momen ketika anak-anak bertanya alasan kedatangan relawan. Pertanyaan tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya kehadiran dan perhatian bagi mereka.
Menurutnya, kebahagiaan anak-anak bukan hanya soal bantuan materi. Kehadiran dan interaksi justru menjadi hal yang sangat berarti dalam proses pemulihan.
CEO Ruang Gerak, Yupi Arizki, menambahkan bahwa anak-anak tidak boleh terlalu lama berada dalam kondisi trauma. Mereka harus kembali memiliki semangat untuk bermimpi.
“Anak-anak berhak memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Program yang dijalankan juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar dan bermain. Hal ini menjadi bagian penting dalam mengembalikan kondisi psikologis mereka.
Ke depan, Ruang Gerak berencana menghadirkan program lanjutan berupa Caravan School. Program ini berupa sekolah mobile untuk menjangkau anak-anak yang sulit mengakses pendidikan.
Melalui pengalaman tersebut, para relawan semakin yakin bahwa setiap aksi kecil memiliki dampak besar. Kisah anak-anak pengungsi menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada di tengah keterbatasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....