Kecemasan Orang Tua Anak Autis Jadi Sorotan Puspaga

  • 14 Apr 2026 07:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Konselor Puspaga Kota Banda Aceh menyoroti kecemasan orang tua anak autisme. Kekhawatiran ini terkait pendidikan dan kemandirian anak di masa depan.

Konselor Puspaga , Maria Ulfa, S.Psi.,M.Pd.,Ph.D, mengatakan kecemasan paling sering dialami para ibu. Mereka khawatir anak tidak bisa bersekolah seperti anak lain.

Selain itu, orang tua juga cemas terkait kemampuan anak dalam mandiri. Kekhawatiran muncul ketika orang tua memasuki usia lanjut.

“Biasanya ibu-ibu khawatir apakah anaknya bisa sekolah di sekolah biasa,” ujar Maria Ulfa, Senin, 13 April 2026. Ia menyebut pertanyaan ini sering muncul saat konseling.

Menurutnya, sebagian orang tua juga mengalami penolakan terhadap kondisi anak. Mereka merasa kondisi tersebut tidak sesuai dengan riwayat keluarga.

“Kadang ada yang tidak percaya itu anaknya, karena keturunan tidak ada seperti itu,” katanya. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi tentang autisme.

Maria menjelaskan autisme bukan penyakit keturunan atau akibat pola asuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan jangka panjang dan terapi khusus.

Ia menambahkan proses penerimaan menjadi kunci penting bagi orang tua. Konseling dilakukan untuk membantu orang tua berdamai dengan kondisi anak.

Selain itu, Puspaga juga memberikan edukasi pengasuhan sederhana di rumah. Orang tua diajarkan cara melatih kemampuan dasar anak secara mandiri.

“Jadi kita mengedukasi hal-hal sederhana agar ibu tidak merasa kebingungan,” ujarnya. Pendekatan ini membantu mengurangi kecemasan dan tekanan orang tua.

Maria juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam pengasuhan anak autisme. Konseling keluarga dilakukan agar pola pengasuhan tetap konsisten.

Menurutnya, dukungan lingkungan dapat mengurangi konflik dalam keluarga. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan mental orang tua dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....