Forum Anak Wujudkan Kemerdekaan Melalui Aksi Nyata
- 17 Agt 2026 20:06 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Semangat kemerdekaan bagi anak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga sebagai kesempatan untuk tumbuh aman, berkembang, menyampaikan pendapat dan memperoleh perlindungan dari kekerasan serta perundungan. Hal itu mengemuka dalam Dialog Idola Indonesia Layak Anak Programa 1 RRI Banda Aceh, Minggu (16/8/2026), bertajuk “Semangat Kemerdekaan dalam Aksi Nyata: Peran Pelopor dan Pelapor Forum Anak Mewujudkan Indonesia Ramah Anak.”
Fasilitator Forum Anak Kota Banda Aceh, Chairani Z, mengatakan kemerdekaan bagi anak berarti dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Anak juga perlu terbebas dari rasa takut, termasuk takut dihakimi, melakukan kesalahan maupun menjadi korban perundungan. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang sepenuhnya aman bagi anak masih membutuhkan penguatan edukasi bagi orang tua, teman sebaya dan masyarakat.
Chairani juga menjelaskan, jika menemukan persoalan seperti perundungan atau eksploitasi, anak dibekali kemampuan untuk menyampaikan laporan melalui jalur yang tepat dengan tetap menjaga privasi korban. Forum Anak juga menekankan pentingnya membedakan fakta dan opini sebelum sebuah persoalan dilaporkan.
Sejumlah aksi telah dilakukan Forum Anak sepanjang 2026, antara lain Saweu Sikula, Saweu Gampong, edukasi pencegahan perundungan di sekolah, serta penyusunan Suara Anak. Aspirasi tersebut kemudian disampaikan dalam berbagai forum bersama pemerintah.
Disis Lain, Wakil I Forum Anak Kota Banda Aceh, Muhammad Gibran Azra, menambahkan kemerdekaan anak juga berarti terpenuhinya hak memperoleh pendidikan yang layak, bebas dari kekerasan dan memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat secara aman. Ia menilai perundungan, termasuk cyberbullying, masih menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi anak dan remaja sehingga membutuhkan pencegahan serta edukasi secara berkelanjutan.
Dalam menjalankan perannya sebagai pelopor dan pelapor, Forum Anak Kota Banda Aceh memantau berbagai persoalan anak dan mendorong perubahan positif melalui kegiatan edukasi.
Anak, menurut Gibran, perlu didengar dan dipertimbangkan keinginannya, termasuk dalam menentukan pendidikan dan cita-cita. Sementara itu, eksploitasi anak perlu dicegah agar kewajiban membantu keluarga tidak sampai menghilangkan hak anak untuk bersekolah, beristirahat dan bermain.
Gibran juga mengajak anak dan remaja tidak menunggu menjadi pejabat atau orang dewasa untuk melakukan perubahan. Anak dapat memulai dari lingkungan terdekat dengan menjadi teman yang baik, mencegah perundungan, berkarya dan berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Forum Anak juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam memberikan ruang kepada anak untuk menentukan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....