Ngobras RRI Bahas Peran LDK Ar Risalah UINAR
- 08 Apr 2026 14:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID,Banda Aceh - Komunitas Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Risalah UIN Ar-Raniry menegaskan komitmennya dalam melakukan reformasi dakwah kampus yang lebih adaptif dan inklusif. Hal ini disampaikan dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (7/4/2026), menghadirkan Amir LDK Ar-Risalah 2026, Zaki Murthada, dan Amirah, Nadyatul Haq.
Zaki Murthada menjelaskan bahwa arah kepemimpinan LDK tahun ini berfokus pada “reformasi dakwah” yang mencakup tiga tahapan utama, yakni perbaikan (taslih), pembaharuan (tajdid), dan perubahan (takyir). Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat usia organisasi yang telah mendekati tiga dekade, sehingga perlu penyesuaian dengan dinamika mahasiswa saat ini.
“Dakwah harus kembali pada esensinya, namun tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kita tidak hanya bicara konsistensi, tetapi juga bagaimana terus berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengakui adanya tantangan dalam menarik minat mahasiswa terhadap kegiatan dakwah. Stigma yang menganggap dakwah sebagai sesuatu yang kaku dan konservatif menjadi salah satu hambatan utama. Padahal, dakwah memiliki makna luas sebagai ajakan kepada kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Sementara itu, Nadyatul Haq menekankan pentingnya peran muslimah dalam gerakan dakwah kampus. Menurutnya, keberadaan ruang-ruang khusus bagi muslimah menjadi krusial untuk membahas isu-isu yang lebih spesifik dan sensitif.
“Peran muslimah sangat penting, terutama dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada sesama perempuan. Dengan ruang yang tepat, dakwah bisa lebih efektif dan menyentuh,” jelasnya.
| Baca juga: Edukasi Lingkungan Bentuk Karakter Anak |
Dalam pengembangan organisasi, LDK Ar-Risalah juga menyiapkan berbagai program unggulan, seperti Ar-Risalah Festival Movement (AFM), kegiatan leadership training, serta program kaderisasi Studi Intensif Dasar Dakwah Islami (Siddiq). Program-program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman keislaman, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa.
Zaki menambahkan, strategi dakwah yang diterapkan bersifat fleksibel, mulai dari pendekatan keteladanan (bil hikmah) hingga penyampaian nasihat yang baik (*mauidzah hasanah*), disesuaikan dengan karakter mahasiswa yang beragam.
Dalam menciptakan lingkungan organisasi yang nyaman, Nadyatul menyebutkan bahwa pendekatan personal dan sistem pembinaan menjadi kunci utama. Setiap anggota mendapatkan pendampingan melalui mentor guna mendukung pengembangan diri selama bergabung di LDK.
Selain itu, LDK Ar-Risalah juga membuka diri terhadap kolaborasi dengan berbagai organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan syiar dakwah kepada masyarakat.
Di akhir dialog, kedua narasumber mengajak mahasiswa untuk tidak ragu bergabung dalam kegiatan dakwah kampus. Mereka menilai, keterlibatan dalam LDK tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memperluas relasi serta membentuk karakter kepemimpinan.
“Berdakwah bersama akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang proses menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Nadyatul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....