Kebangkitan Nasional Jadi Penguat Peran Pemuda Aceh Modern

  • 21 Mei 2026 10:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh - Semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan Aceh. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Banda Aceh Siang Programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu (20/5/2026), dengan tema “Kebangkitan Nasional dan Masa Depan Generasi Aceh.”

Dialog menghadirkan Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi dan Organisasi Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh, Muksalmina, M.Si., serta Ketua KNPI Aceh, Subchan Saputra, S.Sos.I., M.Ag.

Muksalmina mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei merupakan refleksi sejarah lahirnya semangat persatuan bangsa melalui organisasi Budi Utomo pada 1908. Menurutnya, semangat tersebut tetap relevan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini.

“Kalau dulu pemuda bersatu melawan penjajahan, sekarang pemuda harus bersatu menghadapi tantangan globalisasi dan pergeseran nilai-nilai sosial,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan besar bagi generasi muda, terutama terkait penyebaran paham radikalisme dan disintegrasi bangsa. Karena itu, pemahaman sejarah, nilai kebangsaan, dan pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting bagi anak muda.

Menurut Muksalmina, pemerintah melalui Kesbangpol Aceh terus berupaya memperkuat kapasitas pemuda melalui peningkatan literasi organisasi, pemahaman kebangsaan, serta penguatan nilai sosial dan budaya.

“Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di era digital,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan pengangguran pemuda di Aceh yang masih cukup tinggi, terutama di wilayah perkotaan. Meski tingkat pendidikan generasi muda dinilai semakin baik, ketersediaan lapangan kerja formal masih terbatas.

Menurutnya, pola pikir generasi muda juga perlu berubah agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.

“Dunia sekarang tidak hanya melihat ijazah, tetapi kompetensi dan kreativitas. Anak muda harus berani menciptakan peluang sendiri,” ujarnya.

Dialog Banda Aceh Siang Programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu (20/5), dengan tema *“Kebangkitan Nasional dan Masa Depan Generasi Aceh, menghadirkan narasumber Muksalmina. M.Si. selaku Kabid Ketahanan ekonomi dan Organisasi Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh dan Ketua KNPI Aceh Subchan Saputra, S.Sos.I., M.Ag. Foto : RRI/Lis.

Sementara itu, Ketua KNPI Aceh, Subchan Saputra, mengatakan generasi muda Aceh memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan harus mampu menjadi pelopor perubahan di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan generasi muda.

“Pemuda jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi pelaku perubahan,” katanya.

Subchan menjelaskan, KNPI Aceh telah menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas pemuda, seperti pelatihan keterampilan kerja, pengembangan UMKM, pelatihan bahasa Inggris, hingga pendampingan usaha kreatif anak muda.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kreativitas generasi muda.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya, adab, dan identitas Aceh di tengah arus globalisasi.

“Teknologi boleh maju, tetapi sopan santun, silaturahmi, dan budaya Aceh jangan sampai hilang,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang pendidikan, teknologi, kewirausahaan, maupun sosial kemasyarakatan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan Aceh berada di tangan generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan tetap berpegang pada nilai agama serta budaya daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....