Akademisi Soroti Pentingnya Hilirisasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
- 11 Jun 2026 23:54 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Kontribusi besar sektor pertanian terhadap perekonomian Aceh dinilai belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Kondisi tersebut terjadi karena nilai tambah hasil pertanian masih banyak dinikmati pihak lain di luar petani.
Hal itu disampaikan Dosen Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr. Elfrida, dalam talkshow RRI Banda Aceh bertema Strategi Optimalisasi Pertanian Aceh melalui Transformasi Sektor Agribisnis dan Keterlibatan Anak Muda. Menurutnya, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Aceh yang mencapai lebih dari 30 persen tidak otomatis berdampak pada peningkatan pendapatan petani.
| Baca juga: Kelestarian Terumbu Karang Perlu Dijaga |
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar komoditas unggulan Aceh masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Akibatnya, keuntungan terbesar justru diperoleh pihak yang mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah.
“Kontribusi besar terhadap PDRB tidak otomatis berarti pendapatan petani juga meningkat. Petani menghasilkan komoditas, tetapi yang menikmati bisnis dari komoditas tersebut bukan petaninya,” kata Elfrida dalam dialog RRI pada Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat Aceh. Komoditas seperti kopi, kakao, nilam, dan hasil perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi.
Selain hilirisasi, penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga perlu dilakukan. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi dan teknologi di sektor agribisnis.
Elfrida berharap pembangunan pertanian ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi semata. Keberhasilan sektor pertanian juga harus diukur dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan di Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....