Pandangan Pengamat Pendidikan, Soal Kurikulum Sekolah Garuda

  • 02 Feb 2026 21:27 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kehadiran sistem pendidikan Garuda menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan Aceh saat ini. Program nasional tersebut menuntut penyesuaian agar selaras dengan karakter dan kebutuhan daerah.

Pengamat Pendidikan Aceh yang juga Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Herman. RN mengatakan, dalam konteks Aceh, penerapan sekolah Garuda memunculkan diskursus menarik terkait budaya dan sistem pendidikan lokal.

Menurut Herman, SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh dinilai beruntung karena terpilih sebagai sekolah Garuda dan menjadi rujukan bagi sekolah lain di Aceh. Posisi SMA Fajar Harapan sangat strategis, sekolah ini berpotensi menjadi role model bagi SMA lain di Aceh dalam mengimplementasikan sistem Garuda.

"Sejauh mana sistem kurikulum dan pembelajaran di SMA Garuda Fajar Harapan benar-benar diadopsi secara substansial. Atau sekolah Garuda ini hanya menjadi pakem formal secara nasional," ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Senin 2 Februari 2026.

Pertanyaan mendasar lainnya adalah perbedaan SMA Fajar Harapan dengan sekolah Garuda di provinsi lain. Menurut Herman, pembeda utama seharusnya terletak pada nilai-nilai kearifan lokal Aceh.

Ia menekankan pentingnya mengemas nilai lokal Aceh dalam kerangka universal pendidikan Garuda. Dengan begitu, konteks lokal tidak hilang, melainkan menjadi kekuatan tersendiri.

Herman. RN, (foto : bawah) Pengamat Pendidikan Aceh yang juga Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Senin 2 Februari 2026.

Jika kurikulum diadopsi secara bulat tanpa penyesuaian lokal, dirinya menilai tidak akan ada perbedaan signifikan. Status sekolah Garuda harus dimaknai lebih dari sekadar label, integrasi kearifan lokal Aceh menjadi kunci agar sekolah Garuda benar-benar relevan dan bernilai tambah. 

Menanggapi hal tersebut, Desi Ariani, S.Pd, M.P.d, Tim Mutu SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh mengatakan, pihak sekolah menegaskan bahwa status sebagai sekolah Garuda harus diiringi dengan kemampuan mengakomodasi kekayaan lokal Aceh. Nilai budaya, karakter, dan kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

"Sekolah menegaskan bahwa program Garuda tidak diadopsi secara mentah. Pendekatan ini diharapkan melahirkan siswa yang tangguh di tingkat lokal, nasional, hingga internasional," sebutnya.

Dalam implementasinya, sekolah Garuda membuka ruang pengembangan minat siswa melalui program riset. Siswa yang tertarik pada bidang budaya didorong mengangkat tema-tema lokal Aceh.

Melalui program tersebut, siswa dapat menjadi penulis muda yang merekam dan mengangkat budaya Aceh. Kondisi sosial masyarakat lokal juga dijadikan sumber pembelajaran yang kontekstual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....