Menyusuri Lorong Penderitaan, Menemukan Detak Jantung Kristus dalam Jalan Salib

  • 23 Feb 2026 12:34 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Menelusuri empat belas perhentian Jalan Salib bukan sekadar berjalan melewati gambar-gambar statis di dinding gereja. Ini adalah undangan untuk masuk ke dalam lorong waktu dan merasakan detak jantung Kristus yang penuh cinta di tengah derita.

Langkah kaki yang lambat di setiap perhentian mencerminkan kerinduan jiwa untuk memahami beratnya beban dosa yang dipikul-Nya. Di sini, kita tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi sahabat yang setia menemani langkah Sang Penebus.

Setiap perhentian menyimpan rahasia tentang kekuatan di balik kelemahan serta kemuliaan yang terpancar dari sebuah kehinaan yang nyata. Perenungan ini membawa kita menyelami lebih dalam setiap peristiwa, mulai dari vonis tidak adil Pilatus hingga keheningan makam di bukit Golgota.

Melalui olah batin ini, dinding hati yang keras diharapkan luluh oleh hangatnya darah serta air mata yang tercurah demi keselamatan manusia. Kita diajak untuk senantiasa melihat wajah Kristus yang menderita dalam diri sesama yang sedang memanggul salib kehidupan mereka sendiri.

Mari kita buka hati selebar-lebarnya untuk mendengarkan bisikan kasih yang terus bergema di sepanjang rute penderitaan yang suci ini. Semoga perenungan awal ini menjadi pintu masuk bagi pertobatan yang tulus serta pembaruan iman yang sejati dalam menyongsong Paskah.

Rekomendasi Berita