Distan Belu Kerja Sama Bulog Gencarkan Gerakan Pangan Murah

  • 24 Feb 2026 12:33 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pemerintah terus memantau dan mengintervensi harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Intervensi harga sembilan bahan pokok melalui gerekan pangan murah berupa penjualan semua komoditas bahan pokok dengan harga rata-rata di bawah harga pasar.

Gerakan pangan murah oleh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan belu kerjasama Perum Bulog Kantor Cabang Atambua. Hal ini sebagai upaya tetap menjaga stabilitas harga pangan, utamanya menjelang puasa di bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Atambua Yermi Ruthando Febriant Djami mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memulai gencar melakukan gerakan pangan murah. Gerakan Pangan Murah selain di tempat-tempat ibadah juga akan dilakukan di seluruh wilayah kecamatan.

Selain itu mendukung ketahanan pangan Bulog Atambua juga melayani beras (Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan (SPHP) kepada mitra Bulog di lokasi pasar baru Atambua dan wilayah sekitar.

hal ini disampaikan kabulog sub divre atambua pada sesi dialog rri atambua mengangkat topik: “upaya pemerintah dorong ketahanan pangan masyarakat, bertempat aula kantor dinas pertanian kabupaten belu”, selasa 24 februari 2026.

“Gerakan Pangan Murah Di Belu, mulai sejak Januari, berlangsung sepanjang tahun selama ada perintah dilaksanakan,” kata Kabulog Yermi Ruthando Djami pada sesi dialog RRI Atambua mengangkat topik: “Upaya Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat, Selasa 24 Februari 2026.

Sekretaris Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Belu Wendelinus Meak Mengatakan, Gerakan Pangan Murah dalam tujuan menjaga ketersediaan bahan pangan di tingkat masyarakat. Bahan pangan pokok terutama beras, jagung dan makanan pendamping berupa umbian dan kacang-kacangan.

Mendukung ketahanan pangan melalui produksi dan produktifitas hasil panen petani dari sentra produksi yang ada di setiap kecamatan.

“Ada lahan di kelola pemerintah juga swadaya masyarakat petani. Hasil panen mendukung stok pangan,” kata Wendelinus.

Terdata untuk areal persawahan cakupan luas tanam 5.652,7 hektar perbantuan pemerintah mulai dari olah lahan, bibit pupuk obat pestisida.

“Perbantuan traktor untuk olah lahan, siapkan juga bibit pupuk obat pestisida. mengoptimalkan produksi pertanian ada juga bantuan mesin rontok, mesin pompa air,” ucapnya.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Kementerian Pertanian Kabupaten Belu Yoseph Timu Asa, S.Pt mengatakan, penyuluh memiliki peran melakukan pendampingan kelompok tani.

Ia menilai dilihat dari sisi ketersediaan terhadap produksi hasi pertanian saat ini setidaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup dianggap cukup.

Ia menyebut pemerintah terus mendorong peningkatan produksi hasil pertanian menuju swasembada pangan. Hasil produksi pertanian yang ada selain memenuhi konsumsi keluarga juga bersifat komersial bisa dipasarkan.

“Dipasarkan memenuhi kebutuhan lain dan juga meningkatkan ekonomi setiap petani

Dari sisi pendampingan petani pihaknya menggerakan setiap potensi termasuk adanya perbantuan pemerintah berupa Sarana Produksi Pertanian (Saprodi), sehingga hasil panen petani memenuhi kebutuhan pokok juga bisa di jual.

Rekomendasi Berita