PT Maxi Agri Indonesia Sosialisasi Produk Pestisida di Harekakae, Malaka

  • 26 Feb 2026 05:25 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - PT Maxi Agri Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Harekakae, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur menggelar sosialisasi produk pestisida melalui kegiatan temu lapak bagi para petani. Kegiatan berlangsung di kantor desa Harekakae, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan beberapa produk pestisida sekaligus memberikan edukasi terkait penggunaan yang tepat dan aman bagi petani. Kegiatan diikuti 16 kelompok tani yang diwakili masing-masing ketua kelompok serta dihadiri kepala desa Harekakae, Petrus Klau Luan dan PPL desa setempat.

Field Assisten PT Maxi Agri Indonesia wilayah TTU, Belu, Malaka, Simon Nulle, mengatakan pihaknya turun langsung bertemu para petani untuk mempromosikan paket produk pestisida unggulan, di antaranya paket Padi Josss, Padiklin, Mekar Map, Agcel, Bufos, dan Harber, pembasmi hama keong, yang ditawarkan dengan harga ekonomis.

Menurut Simon Nulle, sebagian besar petani di Desa Harekakae merupakan petani sawah yang saat ini membutuhkan pestisida untuk pengendalian hama terutama hama keong yang akhir-akhir ini menyerang tanaman padi.

"Hari ini, kami melakukan kegiatan temu lapak dengan menghadirkan 16 ketua kelompok tani. Kita memperkenalkan produk dari PT Maxi Agri Indonesia, yang bergerak di bidang riset, produksi dan penjualan benih jagung serta alat dan mesin pertanian. Tetapi fokus kegiatan hari ini lebih ke produk pestisida," ujar Simon.

Ia menjelaskan, keunggulan produk pestisida perusahaan Maxi Agri, karena sudah tersedia dalam bentuk paket dengan harga yang ekonomis. Dalam satu paket terdapat pupuk daun, obat hama, dan penyakit, zat perangsang tumbuh, serta perekat, penebus dan perata. Paket terdiri atas lima botol dan satu kemasan bungkus ukuran 500g, dengan harga sekitar Rp140.000 untuk enam prodak yang ada dalam satu paket.

Selain itu, produk seperti Agcel dan Mekar Map yang biasa digunakan untuk memperbaiki kondisi keasaman tanah yang rusak pada musim tanam pertama serta menambah jumlah anakan padi, dipasarkan dengan harga kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per botol atau per bungkus. Produk-produk tersebut juga telah tersedia dan dijual sesuai harga yang ditetapkan retailer terdekat yakni Duta Tani Betun.

Dalam kegiatan tersebut perusahaan juga menggelar penjualan berhadiah langsung. Pembelian produk pestisida dengan nominal tertentu mendapat cendera mata seperti mug plastik, sepatu lumpur, hingga tangki semprot untuk pembelian di atas Rp.500.000.

Selain promosi produk, perusahaan juga menekankan pentingnya penggunaan pestisida secara benar dan aman. Petani diimbau menggunakan masker saat penyemprotan, tidak melawan arah angin, serta tidak makan, minum, atau merokok saat melakukan aplikasi pestisida.

Dari hasil kegiatan temu lapak tersebut, sejumlah paket pestisida untuk tanaman padi berhasil terjual, tidak hanya kepada peserta sosialisasi, tetap juga kepada beberapa petani sekitar datang langsung ke kantor desa dengan maksud untuk membeli produk yang ada.

Kehadiran produk dalam bentuk paket dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu meringankan biaya produksi petani. Ke depan, kerja sama antara perusahaan dan pihak desa diharapkan tetap terjalin, guna menjamin ketersediaan pestisida dengan harga terjangkau tetap terjamin demi membantu petani Desa Harekakae meningkatkan produktivitas pertanian. (AS)

Rekomendasi Berita