Grooming, Istilah yang Kembali Disorot Publik
- 13 Jan 2026 12:57 WIB
- Atambua
KBRN, Alor: Istilah grooming kembali menjadi perhatian publik setelah Aurélie Moeremans membagikan kisah pahitnya melalui ebook gratis berjudul "Broken Strings". Pengakuan tersebut memicu diskusi luas di media sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Banyak orang mulai mencari pemahaman tentang makna dan dampak grooming.
Grooming adalah pola manipulasi emosional yang dilakukan secara perlahan dan terencana. Pelaku membangun kedekatan untuk mendapatkan kepercayaan korban tanpa disadari. Hubungan awal sering terlihat wajar, aman, dan penuh perhatian.
Perhatian berlebihan, pujian, dan dukungan emosional menjadi cara umum dalam praktik grooming. Pelaku perlahan membatasi ruang sosial korban dan mengendalikan emosinya. Korban kemudian merasa bergantung dan sulit melepaskan diri.
Kisah Aureli menunjukkan grooming dapat terjadi di pertemanan, komunitas, pekerjaan, maupun hubungan personal. Dampaknya meliputi trauma psikologis, rasa takut, dan hilangnya kepercayaan diri. Banyak korban membutuhkan waktu lama untuk menyadari pengalaman tersebut.
Peningkatan kesadaran publik menjadi langkah penting dalam mencegah praktik grooming. Pemahaman yang tepat membantu masyarakat mengenali tanda bahaya sejak dini. Lingkungan aman dan dukungan sosial diperlukan agar korban berani bersuara. (NDP)