Program MBG Jadi Peluang Pasar Baru bagi Petani Malaka
- 07 Mar 2026 22:23 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Keberadaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di Kabupaten Malaka saat ini dinilai membuka peluang besar bagi masyarakat petani dan peternak dalam meningkatkan produksi pangan.
Wakil General Manager (WGM) KSP Kopdit Swasti Sari Kupang, Kasimirus Kopong, saat berkunjung ke Kabupaten Malaka mengatakan program MBG dapat menjadi pasar baru yang stabil bagi hasil produksi masyarakat.
“Nah kebetulan hari ini ada program nasional MBG. Ini kami lihat sebagai peluang emas. Jembatan emas yang harus dilewati oleh anggota-anggota Swasti Sari di Kabupaten Malaka,” kata Kasimirus, Sabtu 7 Maret 2026.
Melalui MBG, Kopdit Swasta Sari akan memberikan pendanaan kepada anggota untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan mereka. Selanjutnya, hasil produksi seperti telur, ayam, sayur-sayuran akan diserap oleh dapur-dapur MBG yang dikelola Yayasan Trima Jaya Sakti.
Kasimirus menjelaskan, skema ini akan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan. Petani dan peternak berperan sebagai hulu yang menyediakan bahan pangan, sementara dapur MBG menjadi hilir yang menyerap hasil produksi tersebut sebagai kebutuhan program makan bergizi.
Pendapatan yang diperoleh anggota dari penjualan hasil produksi itu kemudian digunakan untuk membayar angsuran pinjaman sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Itulah yang kami sebut sebagai circle ekonomi. Uang berputar di antara kita sendiri,” ujar Kasimirus.
Ia juga menilai bahwa ekosistem ini tidak hanya menggerakkan sektor produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi lain seperti jasa transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga kebutuhan bahan bakar kendaraan.
Menurut Kasimirus, kebutuhan dapur MBG ini berlangsung setiap hari dalam jumlah besar sehingga memberikan kepastian pasar bagi para petani.
"Kalau pasar sudah jelas, mereka akan lebih rajin turun ke ladang dan kebun karena sudah ada kepastian pasar. Kebutuhan dapur MBG itu berlangsung setiap hari dan dalam jumlah besar, mulai dari telur, ayam, hingga sayur-mayur,” ucap Kasimirus. (AS)