LRT Jabodebek Amankan Ratusan Barang Tertinggal Selama Lebaran 2026

  • 01 Apr 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia melalui layanan LRT Jabodebek mencatat 168 barang tertinggal selama periode libur Lebaran 2026
  • Sebanyak 47 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih diamankan petugas
  • Bagi pengguna yang kehilangan barang, pelaporan dapat dilakukan melalui petugas di stasiun LRT Jabodebek terdekat

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia melalui layanan LRT Jabodebek mencatat 168 barang tertinggal selama periode libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih diamankan petugas.

Periode libur Lebaran 2026 mencatat peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 294.659 orang secara keseluruhan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode libur Lebaran 2025 yang mencapai 221.040 pengguna.

Peningkatan jumlah pengguna selama masa libur Lebaran tersebut turut memicu kenaikan potensi barang tertinggal. Barang tertinggal ditemukan baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta selama operasional berlangsung.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan petugas rutin memeriksa area stasiun dan kereta. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap barang tertinggal dapat segera diamankan oleh petugas terkait.

Selain pemeriksaan rutin, petugas memanfaatkan sistem kamera pengawas untuk membantu proses identifikasi barang temuan. Penggunaan teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat proses pencarian dan memastikan keakuratan identifikasi barang tertinggal.

“Seluruh barang temuan ditangani melalui mekanisme layanan lost and found yang terintegrasi. Petugas juga melakukan verifikasi kepemilikan untuk memastikan barang kembali kepada pemilik yang sah,” kata Radhitya Mardika selaku Manager of Public Relations LRT Jabodebek kepada RRI, Selasa 31 Maret 2026.

Seorang satpam pria (kiri) sedang memberikan barang yang tertinggal di Stasiun LRT Jabodebek kepada penumpang wanita (kanan) (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Jenis barang yang paling sering tertinggal selama periode tersebut antara lain payung, tumbler, dan kartu uang elektronik. Barang-barang tersebut umumnya digunakan dalam aktivitas harian sehingga lebih rentan tertinggal saat mobilitas tinggi.

Optimalisasi layanan penanganan barang tertinggal menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan transportasi publik tersebut. Pengelolaan barang temuan dilakukan secara tertib dan terstruktur guna memastikan keamanan serta kemudahan penelusuran barang.

PT Kereta Api Indonesia Persero mengimbau seluruh pengguna agar lebih memperhatikan barang bawaan selama perjalanan berlangsung. Pengguna juga diharapkan menempatkan barang pada area yang telah disediakan demi menjaga kenyamanan bersama.

Penumpang LRT Jabodebek memberikan respons positif terhadap langkah sigap petugas dalam menangani barang tertinggal. Respons tersebut menunjukkan kepercayaan pengguna terhadap layanan pengamanan barang yang dijalankan selama periode libur Lebaran 2026.

"Saya pikir langkah sigap petugas jaga LRT Jabodebek disetiap titiknya patut diapresiasi. Mereka jujur,jikalau menemukan kembali barang bawaan yang tertinggal dan mengembalikannya segera kepada pemiliknya," kata Ayu Arianti yang sehari-hari naik LRT Jabodebek dalam bekerja.

Bagi pengguna yang kehilangan barang, pelaporan dapat dilakukan melalui petugas di stasiun terdekat. Pelaporan juga dapat dilakukan melalui layanan pelanggan resmi LRT Jabodebek untuk proses penelusuran lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....