Arus Balik Mudik Gelombang Kedua, Polres Cianjur Siapkan One Way Situasional
- 28 Mar 2026 09:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polres Cianjur menyiapkan rekayasa lalu lintas arus balik, termasuk penerapan one way yang dilakukan secara situasional sesuai tingkat kepadatan kendaraan.
- Rekayasa mencakup penundaan, pengalihan, hingga one way, dengan titik awal dari Gadog menuju Cianjur melalui koordinasi dengan Polres Bogor.
- Sebanyak 80% personel dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi 28–29 Maret 2026 seiring kebijakan FWA.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepolisian Resor Cianjur menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) yang bersifat situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yuriko Hadi mengatakan, penerapan one way tidak dilakukan secara tetap. Melainkan berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan.
"One way akan kami laksanakan secara situasional, karena kami juga melihat kondisi di lapangan, bagaimana padatnya arus lalu lintas. Apakah dilakukan secara keseluruhan atau hanya bersifat lokal," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas yang dilakukan tidak hanya berupa one way, tetapi juga mencakup penundaan hingga pengalihan. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap sesuai eskalasi kepadatan.
Menurutnya, titik awal penerapan one way dapat dimulai dari kawasan Gadog hingga masuk ke wilayah Cianjur. Hal ini dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah dengan Polres Bogor guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
"Rekayasa lalu lintas yang dapat kami lakukan mulai dari penundaan arus, pengalihan arus, sampai dengan puncaknya. Jika kepadatan kendaraan sudah pada tingkat tertentu, kami akan melaksanakan one way," ujarnya, menjelaskan.
Untuk mendukung pengamanan arus balik, Polres Cianjur juga mengerahkan sebagian besar personel dalam Operasi Ketupat Lodaya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Dalam Operasi Ketupat Lodaya ini, kami menurunkan sekitar 80 persen kekuatan personel kami. Jadi masyarakat tidak perlu ragu, kami siap memberikan pelayanan terbaik selama arus balik berlangsung," ucapnya.
Selain itu, pihak kepolisian akan menyampaikan informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi. Seperti media sosial Polres Cianjur dan Polres Bogor.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi tersebut sebelum melakukan perjalanan. Situasi terkini, kondisi arus mudik dan balik relatif terkendali.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi memperkirakan periode puncak arus balik mudik Lebaran 2026 gelombang II. Periode ini akan terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret mendatang.
Hal tersebut akan terjadi seiring dengan adanya pemudik yang memanfaatkan kebijakan flexible working arrangement (FWA) dari pemerintah. Dan juga aparatur sipil negara (ASN) selama periode mudik.
"Ada masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik. Sehingga kita juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....