Kakorlantas Terapkan 'One Way' Presisi Bertahap untuk Mengurai Arus Balik Lebaran
- 27 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- One way presisi diterapkan bertahap KM 132–70 dan KM 263–70
- Arus lalu lintas terkendali meski padat di Cikampek
- Jalur fungsional bantu urai arus menuju Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyebut rekayasa lalu lintas dilakukan bertahap untuk mengurai arus balik Lebaran 2026. One way presisi diterapkan berdasarkan analisa bangkitan arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta.
Ia menjelaskan, one way tahap pertama diberlakukan dari KM 132 hingga KM 70 sejak pagi hari. Setelah evaluasi bersama Jasa Marga, diterapkan one way tahap kedua dari KM 263 hingga KM 70.
“Kami melakukan one way lokal presisi tahap pertama dari KM 132 ke KM 70. Setelah analisa bersama Dirut Jasa Marga, kami lanjutkan tahap kedua dari KM 263 ke KM 70,” ujarnya usai melakukan peninjauan di JAPEK II Selatan, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menyebut, kondisi arus lalu lintas masih terkendali meski terjadi kepadatan saat memasuki wilayah Cikampek. Pengaturan arus dilakukan agar distribusi kendaraan tetap lancar menuju Jakarta.
“Kondisi arus cukup terkendali meskipun padat di Cikampek. Kami terus melakukan manajemen lalu lintas agar arus balik tetap terurai dengan baik,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, Tol Japek II Selatan dimanfaatkan untuk memecah arus kendaraan dari Jawa Barat menuju Jakarta. Jalur tersebut menjadi alternatif strategis untuk mengurangi kepadatan di ruas utama.
“Tol Japek II Selatan sangat strategis untuk memecah arus dari Jawa Barat. Kendaraan pribadi dialihkan dari Sadang menuju Setu agar arus tidak menumpuk,” katanya.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, jalur fungsional Japek II Selatan efektif membantu kelancaran arus balik Lebaran. Hingga saat ini, jumlah kendaraan yang melintas mencapai hampir 49 ribu kendaraan.
“Penggunaan Japek II Selatan sudah hampir 49 ribu kendaraan. Jalur ini membantu mengurai arus menuju KM 66 dan mengurangi kepadatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalur tersebut terhubung langsung dengan jalan nasional dan JORR 2 sehingga memudahkan distribusi kendaraan. Pengguna dapat memilih jalur menuju Cimanggis maupun Bekasi sesuai tujuan perjalanan.
“Dari Setu kendaraan langsung terhubung ke jalan nasional dan JORR 2. Masyarakat bisa memilih jalur sesuai tujuan perjalanan mereka,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kepadatan di rest area yang sempat menyebabkan kendaraan berhenti di bahu jalan. Namun kondisi tersebut telah diatasi melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan skema contraflow.
“Kepadatan di rest area sempat terjadi, terutama di KM 164 dan KM 130. Namun sudah teratasi dengan contraflow dan penambahan one way tahap kedua,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....