Antisipasi Lonjakan Arus, Korlantas Terapkan One Way Tahap II Presisi

  • 27 Mar 2026 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • One way tahap II presisi diberlakukan dari KM 263–KM 70 Tol Cikampek
  • Rekayasa diprioritaskan untuk arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta
  • Fatalitas turun 30,4 persen, kecelakaan turun 5,3 persen

RRI.CO.ID, Jakarta - Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas one way tahap II presisi dari KM 263 hingga KM 70 Tol Cikampek. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah Jkatanya

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan rekayasa dilakukan bertahap sesuai kondisi arus kendaraan di lapangan. Penerapan dimulai setelah tahap pertama diberlakukan dari KM 132 hingga KM 70 sejak pagi hari.

“Pagi ini kami mulai dengan one way tahap pertama dari KM 132 ke KM 70. Diprioritaskan bagi kendaraan arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta,” ujarnya saat berada di Command Center KM 29, Cikarang, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tahap kedua kemudian diberlakukan dari KM 263 hingga KM 70 untuk mempercepat distribusi kendaraan. Skema ini difokuskan untuk mengurai kepadatan dari wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

“Menhub langsung mengendalikan pembukaan one way tahap dua presisi dari KM 263 menuju KM 70. Ini untuk memprioritaskan arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta,” ucapnya.

Kakorlantas menambahkan rekayasa lalu lintas terus disesuaikan dengan perkembangan volume kendaraan di lapangan. Pemantauan juga dilakukan terhadap arus kendaraan dari Jawa Barat dan jalur Trans Sumatra.

“Monitoring juga dilakukan terhadap arus dari Jawa Barat dan Trans Sumatra melalui Bakauheni hingga Cikupa. Semua dikelola agar arus tetap lancar dan terkendali,” katanya.

Ia menyebut, one way nasional berpotensi diberlakukan jika volume kendaraan di KM 414 Kalikangkung meningkat signifikan. Kebijakan tersebut direncanakan diterapkan pada Sabtu, 28 Maret 2026, sesuai evaluasi lapangan.

“Jika indikator di KM 414 mencapai sekitar 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional. Ini untuk mengantisipasi lonjakan arus balik berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, hasil evaluasi Operasi Ketupat menunjukkan tren positif dari sisi keselamatan lalu lintas. Angka kecelakaan dan fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Fatalitas korban meninggal dunia turun 30,4 persen dan jumlah kecelakaan menurun 5,3 persen. Ini menunjukkan efektivitas pengamanan selama Operasi Ketupat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....