Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Pemerintah Ajak Arus Balik Lebih Awal

  • 26 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.
  • Pemerintah memastikan operasional kereta api selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar dan terkendali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

“Alhamdulillah, arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, namun kasus kecelakaan justru menurun,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Lebih lanjut, Pratikno menyebut puncak arus mudik 18 Maret 2026 mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Total kendaraan yang keluar dari Jakarta tercatat mencapai sekitar 2,52 juta unit atau naik tipis 0,9 persen.

“Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 juga menunjukkan lonjakan pergerakan di berbagai moda transportasi. Pada H-3, penumpang penyeberangan 403.883 orang, kereta api 401.238, udara 311.836, dan darat 232.016 penumpang tercatat sangat tinggi,” ucapnya.

Meski mobilitas meningkat, Pratikno menyebut tingkat keselamatan justru membaik. Jumlah kecelakaan selama periode mudik turun sekitar 16 persen dibandingkan 2025, dari 31 menjadi 26 kejadian.

“Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi tetap bisa dikelola dengan baik dan semakin aman. Memasuki arus balik, kita mencatat tren pergerakan yang lebih merata,” ujarnya.

Pratikno menyampaikan untuk puncak arus balik terjadi lebih awal pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan volume sekitar 256.338 kendaraan. Angka tersebut mengalami penurunan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Total kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai sekitar 1,96 juta unit atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu. Capaian tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang didukung teknologi seperti CCTV dan sistem transportasi cerdas,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan operasional kereta api selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar dan terkendali. Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Arif Anwar.

“Ya, sama dengan H+3 kemarin, kendala secara signifikan alhamdulillah tidak ada. Hanya beberapa terjadi gangguan sinyal pada kereta api perkotaan di Jabodetabek, tapi secara keseluruhan alhamdulillah lancar terkendali,” kata Arif Anwar dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan potensi gangguan angkutan Lebaran umumnya berasal dari faktor alam yang telah dipetakan sejak awal. Seperti banjir dan longsor di sejumlah titik rawan, namun telah diantisipasi melalui langkah mitigasi dan SOP ketat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....