Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

  • 24 Mar 2026 23:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dua gelombang, yakni 24 dan 28 Maret 2026
  • Total pergerakan masyarakat saat momen lebaran diperkirakan mencapai 143,91 juta orang

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah terjadi dalam dua gelombang. Prediksi ini didasarkan pada hasil survei dan pemantauan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026.

Ketua Harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 menyebut potensi pergerakan masyarakat mencapai angka signifikan pada momen ini. Ia mengatakan jumlah pergerakan pada masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,91 juta orang.

“Dari hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih 143,91 juta orang. Dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini, tanggal 24 Maret dan yang kedua pada tanggal 28 Maret,” ujar Capt Hasan Sadili saat temui RRI.CO.ID di Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.

Kepala Subdirektorat Kepelautan Kemenhub ini menjelaskan lonjakan arus balik terkonsentrasi di sejumlah simpul transportasi strategis. Di antaranya lintas Merak-Bakauheni, jalan tol menuju Jabodetabek, serta Ketapang-Gilimanuk untuk angkutan penyeberangan.

Selain itu, kepadatan juga diprediksi terjadi di stasiun besar seperti Pasar Senen dan Yogyakarta Tugu. Untuk moda udara, Hasan menyebut pergerakan penumpang diperkirakan terpusat di Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data dari Kemenhub, jumlah keberangkatan penumpang angkutan umum pada H+2 Lebaran tercatat mencapai 1.448.306 orang secara nasional. Angka tersebut meningkat 12,37 persen dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Lebaran tahun sebelumnya.

Moda perkeretaapian mencatat total 505.297 penumpang yang terdiri dari layanan antar kota dan perkotaan regional. Sementara itu, moda udara mencatat 277.937 penumpang dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, moda laut mencatat sebanyak 106.920 penumpang dan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan moda penyeberangan mencapai 315.277 penumpang dan moda darat sebanyak 242.875 penumpang mengalami peningkatan cukup tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....