Kemenhub Minta Operator Pastikan Kelayakan Kendaraan jelang Puncak Arus Balik
- 24 Mar 2026 13:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub mewajibkan operator bus dan penyeberangan memastikan armada dalam kondisi prima dan memenuhi standar keselamatan operasional
- Awak kendaraan seperti pengemudi dan kru harus dipastikan sehat guna mencegah kecelakaan akibat kelelahan
- Potensi cuaca ekstrem menurut BMKG menjadi perhatian serius karena berisiko menimbulkan gangguan keselamatan transportasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meminta operator memastikan kelayakan kendaraan menjelang puncak arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan masyarakat selama periode arus balik libur Lebaran tahun ini.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyatakan operator bus dan penyeberangan wajib memeriksa armada sebelum digunakan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan berada dalam kondisi prima dan memenuhi standar keselamatan operasional transportasi.
"Selain dari kesiapan armada yang prima, setiap operator juga wajib memastikan awak kendaraan seperti pengemudi dan kru yang bertugas dalam kondisi sehat dan tidak boleh sakit," ujarnya di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa pengemudi dan kru memegang peran penting dalam menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan masyarakat. Tingginya volume kendaraan saat puncak arus balik meningkatkan risiko kecelakaan dan kelelahan bagi para pengemudi.
"Sebagaimana yang kita ketahui, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengemudi. Di antaranya kelelahan atau melanggar aturan," ucapnya.
Selain faktor manusia, pemerintah juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika beberapa hari ke depan. Wilayah terdampak meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Jabodetabek, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua dengan potensi hujan lebat dan angin kencang.
"Menurut BMKG beberapa hari kedepan bisa terjadi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan air, longsor, banjir, dan tingginya gelombang air laut. Hal ini menjadi perhatian kita di sektor transportasi untuk lebih waspada dalam menjalankan operasional kendaraan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....