Cegah Kepadatan Lalin, Kemenhub Terapkan Strategi Arus Balik Lebaran Lebih Awal

  • 25 Mar 2026 08:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Strategi arus balik Lebaran 2026 difokuskan Kemenhub pada langkah antisipatif sebelum kepadatan mencapai titik kritis
  • Pada penyeberangan, Kemenhub menerapkan buffer zone dan delaying system untuk mencegah penumpukan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan strategi pengelolaan arus balik Lebaran 2026 sejak awal untuk mencegah kepadatan lalu lintas (Lalin). Strategi ini dilakukan melalui berbagai langkah antisipatif sebelum lonjakan kendaraan mencapai titik kritis.

Ketua Harian Shift 1 Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026 Capt Hasan Sadili menjelaskan Kemenhub tidak hanya berfokus pada penanganan kemacetan. Ia menyebut pengelolaan arus dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum kepadatan terjadi di lapangan.

“Strategi Kemenhub tahun ini bukan hanya mengurai kemacetan saat sudah terjadi kemacetan yang kritis. Tetapi juga mengelola arus sejak sebelum penumpukan mencapai level yang kritis, jadi kita sudah mitigasi terlebih dahulu,” ujar Hasan kepada RRI.CO.ID di Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia menambahkan Kemenhub telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebelum periode angkutan Lebaran dimulai. Langkah tersebut dilakukan melalui pengaturan lalu lintas yang bersifat situasional bersama Korlantas Polri maupun operator jalan tol.

Hasan mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan sistem one way dan contraflow pada ruas tol utama. Selain itu, optimalisasi rest area juga dilakukan untuk mengatur waktu dan distribusi kendaraan agar tidak terjadi penumpukan.

Hasan juga menambahkan, Kemenhub telah melakukan uji petik atau ramp check kendaraan secara berkala di berbagai titik strategis. Menurutnya, hal tersebut bertujuan memastikan kelayakan operasional transportasi sekaligus menjaga keselamatan pengguna selama perjalanan.

Pada simpul penyeberangan, Kemenhub menyiapkan buffer zone serta menerapkan delaying system untuk mengendalikan arus kendaraan. Upaya ini dilakukan guna mencegah penumpukan di titik kritis dan menjaga kelancaran arus balik Lebaran.

Kemudian yang kedua khusus untuk simpul penyebrangan seperti Merak-Bakauheni dan ketapang-Gilimanuk. Kemenhub menyiapkan buffer zone, kemudian melakukan delaying system, kemudian juga pengaturan distribusi kendaraan,” ucapnya.

Kemenhub juga menerapkan skema TBB atau tiba bongkar berangkat pada kapal penyeberangan untuk mempercepat arus kendaraan. Melalui skema ini, kapal yang tiba di pelabuhan tidak menunggu muatan dan langsung kembali beroperasi.

“Itu tidak mengetem (menunggu) karena itu akan memperlambat proses kegiatan bongkar buat kendaraan. Kemudian agar tidak menumpuknya kendaraan di titik-titik yang kritis untuk menjamin keselamatan dan kelancaran,” kata Ketua harian itu.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, pemberlakuan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memastikan kondisi kendaraan.

“Kami mengimbau pengguna jalan yang akan memasuki jalur one way untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima. Dilarang berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dilarang pindah lajur secara tiba-tiba serta mematuhi batas kecepatan,” ujar Rivan.

Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan pihak Kepolisian berdasarkan pada data volume lalu lintas kendaraan. Pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dari arah Semarang menuju arah Jakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....