Penumpang Arus Mudik di Bandara Soetta Mulai Menurun

  • 20 Mar 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pascapuncak arus mudik dan mendekati Lebaran/Idulfitri 1447 Hijriyah
  • Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta turun drastis. Tercatat, hanya 159.814 pergerakan penumpang.

RRI.CO.ID, Tangerang - Pascapuncak arus mudik dan mendekati Lebaran/Idulfitri 1447 Hijriyah, penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta turun drastis. Tercatat, hanya 159.814 pergerakan penumpang.

"Untuk keberangkatan sebanyak 91.919 penumpang dan kedatangan sebanyak 67.895 penumpang. Sementara pada puncak arus mudik tembus 184.754 penumpang," ujar Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Kamis 19 Maret 2026.

Yudis mengungkapkan adapun pada masa angkutan lebaran 2026 ini, penumpang masih didominasi rute domestik. Yakni pada Terminal 1 sebanyak 42.286 penumpang, Terminal 2 sebanyak 43.979, dan Terminal 3 sebanyak 28.871 penumpang.

"Sedangkan untuk penumpang rute internasional yakni 44.678 penumpang di Terminal 2 dan 3. Sementara, untuk jumlah penerbangan, pada hari H-2 lebaran ini, terdapat 1.127 pesawat yang lalu lalang di langit Indonesia," kata dia.

Jumlah tersebut, lanjutnya, merupakan total dari penerbangan domestik dan internasional. "Untuk domestik ada 846 penerbangan, internasional 269 penerbangan, dan kargo 12 penerbangan," ucapnya.

Sementara, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro memprediksi bila pergerakan pesawat selama musim Angkutan Lebaran Tahun 2026 meningkat 4,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Jumlah itu untuk di Bandara Soekarno-Hatta saja.

Dia mengungkapkan telah terjadi peningkatan pergerakan pesawat sejak tanggal 13 Maret lalu. Hal ini lantaran kebijakan pemerintah yang memperbolehkan Work From Anywhere (WFA), sehingga waktu keberangkatan mudik jadi lebih cepat.

"Namun secara statistik masih di bawah peak-nya pada sebelum COVID sampai 1.300,"ungkap Setio. Sementara, untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, Airnav Indonesia juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC, Red) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia," ujarnya.

Ada lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance dan sistem ATC. Untuk petugas ATC sendiri, lanjut Setio, ada lebih dari 1.700. "Kurang lebih berdasarkan laporan kemarin itu sehari traffic movement internasional sama domestik itu sekitar 5.000-an, kurang sedikit sehari," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....