Puncak Mudik Bandara Soetta, 1.232 Penerbangan, 184.754 Penumpang

  • 19 Mar 2026 01:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penumpang Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik Lebaran 2026
  • Pergerakan pesawat melonjak signifikan pada puncak arus mudik Lebaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 184.754 penumpang dengan 1.232 penerbangan meramaikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Data tersebut disampaikan Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan.

"Dari angka 184.754 penumpang itu, paling terbanyak terjadi di Terminal 3 domestik dan internasional. Yakni sebanyak 67.062 penumpang," ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Yudis menuturkan dari total 184.754 penumpang, sebagian juga tersebar di terminal-terminal lainnya. Di Terminal 1, tercatat sebanyak 51.467 penumpang dam Terminal 2 domestik dan internasional sebanyak 66.225 penumpang.

Selain itu, Yudis merinci Terminal 1 mencatat 307 pergerakan pesawat, sementara Terminal 2 Domestik dan Internasional mencapai 462 pergerakan. Kemudian, Terminal 3 Domestik dan Internasional, tercatat 415 penerbangan.

"Total keberangkatan tercatat 611 penerbangan dengan 103.889 penumpang. Sementara kedatangan mencapai 621 penerbangan dengan 80.865 penumpang," kata dia.

General Manager Kantor Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo membenarkan sebanyak 1.200 pesawat lalu lalang di langit Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik. Untuk mengantisipasi adanya gangguan, AirNav Indonesia melalui Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) mempersiapkan skenario manajemen slot bilamana terjadi kepadatan dan gangguan keselamatan penerbangan.

"Kemarin sudah tercatat 1.187 pergerakan, meningkat dibanding tahun lalu. Hari ini sebagai puncak arus mudik, proyeksinya bisa mencapai 1.200 pergerakan," ucapnya.

Widodo pun mengungkapkan, pihaknya menerapkan strategi manajemen slot dan ground stop, hal ini guna menghindari penumpukan pesawat (overcapacity) di wilayah udara Jakarta. Misalnya, AirNav menerapkan pengaturan slot secara strategis dan taktis.

Salah satu langkah tegas yang disiapkan adalah sistem delay departure atau penundaan keberangkatan dari bandara asal menuju Jakarta. "Jika kondisi sudah sangat padat, kami akan melakukan ground stop dan bandara keberangkatan kita hambat dulu untuk beberapa waktu sebelum diberangkatkan kembali demi menjaga keselamatan," jelasnya.

Meski begitu, hingga saat ini, Airnav Indonesia menegaskan, pergerakan pesawat khususnya di Bandara Soekarno-Hatta masih dalam kapasitasnya. Selain memang adanya kesiapan SDM, fasilitas navigasi berupa Communication, Navigation, and Surveillance (CNS) dilaporkan dalam kondisi mantap atau satisfaction.

"Hal ini didukung oleh sistem radar dan ADSB yang saling mem-backup satu sama lain untuk menjamin kelancaran komunikasi penerbangan. Sementara, menanggapi potensi gangguan nonteknis, AirNav berkoordinasi intensif dengan BMKG," ujarnya.

Setidaknya, perkiraan cuaca diperbarui setiap 30 menit sekali untuk memberikan panduan navigasi yang akurat kepada pilot. "Sejauh ini gangguan masih dalam kondisi nihil," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....