Dari Rp10 Ribu Menjadi Rp1 LRT Jabodebek, Ini Reaksi Penumpang
- 19 Mar 2026 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026
- Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pemberlakuan tarif Rp1 merupakan bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
- LRT Jabodebek diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat selama Lebaran, baik untuk bersilaturahmi maupun menikmati berbagai destinasi di wilayah perkotaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebijakan awal tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama libur panjang 18–24 Maret 2026, akhirnya berubah drastis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif Rp1 untuk pelayanan LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026.
Kebijakan ini mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran berlangsung. Tarif baru LRT Jabodebek Rp1 ini baru saja dikeluarkan PT KAI, Kamis 19 Maret 2026.
KAI menghadirkan tarif khusus tersebut guna mempermudah masyarakat melakukan perjalanan silaturahmi maupun aktivitas liburan selama Lebaran. Masyarakat diharapkan memanfaatkan transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, serta terintegrasi di kawasan perkotaan selama periode tersebut.
Pada periode H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI mengoperasikan sebanyak 270 perjalanan LRT Jabodebek setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran berlangsung di wilayah perkotaan.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan kebijakan tarif Rp1 merupakan bagian upaya peningkatan layanan publik. Ia menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat luas.
“Dengan tarif Rp1, masyarakat dapat memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai pilihan mobilitas selama Lebaran, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata di kawasan perkotaan,” kata Radhitya, kepada RRI, Kamis 19 Maret 2026.
LRT Jabodebek juga melakukan penguatan layanan di stasiun dan kereta selama periode Lebaran berlangsung. Penguatan layanan meliputi penambahan petugas, pengaturan alur pengguna, serta optimalisasi sistem tiket guna memastikan kelancaran operasional.
KAI turut menyiapkan personel layanan dan pengamanan di seluruh titik pelayanan LRT Jabodebek selama periode Lebaran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna selama menggunakan layanan transportasi publik tersebut.
Kebijakan tarif Rp1 tersebut menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai transportasi publik andalan di kawasan perkotaan. Layanan ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat selama momen Lebaran secara lebih efisien.
“LRT Jabodebek diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat selama Lebaran, baik untuk bersilaturahmi maupun menikmati berbagai destinasi di wilayah perkotaan,” ucap Radhitya.

Masyarakat menyambut positif kebijakan tarif Rp1 untuk layanan LRT Jabodebek selama Lebaran pertama dan kedua. Respons ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi selama liburan.
" Wah, kabar baik. Setidaknya saya sebagai pengguna LRT Jabodebek menyambut gembira untuk silaturahim liburan lebaran. Setidaknya mengurangi polusi,Tidka naik kendaraan pribadi dan memilih naik transportasi publik," kata Uni Yerni pengguna LRT Jabodebek kepada RRI, hari ini.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan kebijakan ini sebagai komitmen menghadirkan layanan transportasi publik terjangkau. Ia menilai momentum Lebaran menjadi kesempatan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman.
“Momentum Lebaran adalah saat masyarakat bergerak untuk bersilaturahmi, berwisata, dan menikmati waktu bersama keluarga. Melalui kebijakan tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI ingin menghadirkan kejutan yang menyenangkan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” kata Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, Kamis 19 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....