MUI Nilai Tradisi Mudik Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
- 19 Mar 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Majelis Ulama Indonesia (MUI) optimistis tradisi mudik Lebaran 2026 mampu menggerakkan perekonomian daerah
- MUI menyebut jumlah pemudik tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau lebih dari setengah penduduk Indonesia
- Arus mudik dapat menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar yang berdampak langsung pada sektor riil
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan optimistis tradisi mudik Lebaran 2026 mampu menggerakkan perekonomian daerah. Mobilitas masyarakat dalam jumlah besar dinilai menjadi pemicu meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
"Transformasi ekonomi ini membuat moda transportasi mengalami peningkatan signifikan. Jadi mudik tidak hanya dapat dipahami sebagai tradisi budaya, tetapi juga tradisi sosial ekonomi," kata Amirsyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menyebut jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau lebih dari setengah penduduk Indonesia. Lonjakan tersebut mendorong peningkatan konsumsi dan aktivitas ekonomi dari kota hingga pelosok desa.
Menurutnya, arus mudik dapat menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar yang berdampak langsung pada sektor riil. Aktivitas ini turut menggerakkan perdagangan, pariwisata, serta usaha mikro kecil dan menengah di daerah.
"Dalam perspektif ekonomi regional, fenomena ini dapat dipandang sebagai transformasi ekonomi pusat ke daerah," ujarnya. Namun, aktivitas tersebut masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya berkelanjutan dalam jangka panjang.
Amirsyah mengungkapkan tren mudik dalam beberapa tahun terakhir tetap menunjukkan mobilitas tinggi masyarakat Indonesia. Pada 2025 tercatat sekitar 146,48 juta pemudik, sedangkan 2024 mencapai 193,6 juta orang.
Ia menjelaskan arus mudik juga menjadi momen perpindahan uang dari kota ke daerah asal para pekerja urban. Sebagian besar perputaran ekonomi tersebut terjadi di Pulau Jawa yang menjadi tujuan utama pemudik.
Sementara itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat hingga H-1 Lebaran, sebanyak 42 persen dari total prediksi kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, memastikan, jajaran kepolisian terus siaga di lapangan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2026.
Hal ini disampaikan Agus saat meninjau Command Center Km 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, Kamis 19 Maret 2026 dini hari. “Sudah hampir 42 persen yang sudah meninggalkan Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, puncak arus mudik tahun ini kemungkinan telah terjadi pada Rabu 18 Maret 2026 malam. Meski demikian, Korlantas Polri tetap mengantisipasi pergerakan kendaraan yang belum meninggalkan ibu kota.
“Kalau arus puncaknya mudik (Rabu) malam ini, kemungkinan besok kami tetap juga harus mengantisipasi. Karena kalau dilihat dari persentasenya kan masih ada 50 persen lebih,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....