Mudik Tanpa Macet, Ini Strategi Rekayasa Lalu Lintas dari Pemerintah

  • 17 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan saat mudik Lebaran. Rekayasa dilakukan bersama pemerintah daerah serta TNI dan Polri.

Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan rekayasa diperlukan. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan.

“Rekayasa lalu lintas bukan untuk menghilangkan kemacetan, karena itu adalah sebuah hal yang alamiah. Jadi ini yang harus kita urai,” ujar Toni kepada Pro3 RRI saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Beberapa strategi yang disiapkan antara lain penerapan sistem satu arah atau one way. Selain itu terdapat penerapan contraflow di beberapa ruas jalan.

Pemerintah juga menyiapkan delaying system untuk mengatur laju kendaraan. Sistem tersebut membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jalur tertentu.

“Kami juga menyiapkan beberapa titik buffer zone atau kantong parkir kendaraan. Fasilitas ini digunakan menampung kendaraan saat terjadi kepadatan,” ujarnya.

Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran tersebut diperkirakan meningkatkan volume kendaraan di jalur tol utama. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, sehingga waktu tempuh berpotensi lebih panjang.

Pengendara mobil diimbau beristirahat setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan mudik. Langkah ini penting untuk menjaga konsentrasi serta mengurangi risiko kelelahan di jalan.

Pemudik dapat memanfaatkan fasilitas Selasar Fastron yang tersedia di sejumlah jalur tol strategis. Salah satunya berada di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek.

Fasilitas tersebut menyediakan ruang istirahat berpendingin udara serta layanan pemeriksaan kesehatan ringan. Tersedia pula area bermain anak serta pembagian takjil dan sahur gratis bagi pemudik.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, mengatakan fasilitas ini menjadi titik penting bagi pengemudi memulihkan stamina. Ia menilai keberadaan Selasar Fastron membantu pemudik tetap bugar selama perjalanan jauh.

“Kami memahami banyak masyarakat mudik dengan mobil dan perjalanan perjalanan jauh di tengah lalu lintas padat. Kehadiran Selasar Fastron ini diharapkan menjadi tempat singgah pemudik agar dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih segar dan aman,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menambahkan perjalanan panjang di tengah lalu lintas padat membuat kendaraan bekerja lebih keras. Kondisi ini terutama terjadi di jalur tol KM 57 yang menjadi salah satu titik padat kendaraan.

Menurutnya kondisi oli mesin menjadi faktor penting dalam perjalanan jauh. Oli membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sekaligus melindungi komponen kendaraan dari sirkulasi berlebih.

Oleh karena itu, pihaknya juga menyediakan layanan penggantian oli bagi pemudik. Layanan tersebut diharapkan membantu kendaraan tetap dalam kondisi prima selama perjalanan mudik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....