Kemenhub Prediksi Bus Jadi Moda Transportasi Umum Terpadat saat Mudik
- 16 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memprediksi bus menjadi moda transportasi umum dengan jumlah penumpang tertinggi saat mudik Lebaran 2026. Jumlah pengguna bus diperkirakan mencapai puluhan juta orang.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan pemantauan masih berlangsung. Namun bus diprediksi menjadi moda transportasi umum paling diminati.
“Pantauan kami selama tiga hari ini menunjukkan penggunaan moda bus cukup tinggi. Jumlah pengguna bus diperkirakan mencapai sekitar 23 juta orang,” ujar Toni saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan survei nasional, mobil pribadi masih menjadi moda transportasi paling banyak digunakan masyarakat. Pengguna mobil diperkirakan mencapai lebih dari 76 juta orang.
Selain mobil pribadi, sepeda motor juga diperkirakan digunakan oleh puluhan juta masyarakat. Meski demikian, moda lain seperti kapal, pesawat, dan kereta tetap diminati pemudik.
“Setelah bus, ada juga kapal penyeberangan, pesawat udara, dan kereta api. Data ini menjadi dasar perencanaan transportasi selama mudik,” ujarnya.
Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran tersebut diperkirakan meningkatkan volume kendaraan di jalur tol utama. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 hingga 9 Maret 2026, sehingga waktu tempuh berpotensi lebih panjang.
Pengendara mobil diimbau beristirahat setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan mudik. Langkah ini penting untuk menjaga konsentrasi serta mengurangi risiko kelelahan di jalan.
Pemudik dapat memanfaatkan fasilitas Selasar Fastron yang tersedia di sejumlah jalur tol strategis. Salah satunya berada di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek.
Fasilitas tersebut menyediakan ruang istirahat berpendingin udara serta layanan pemeriksaan kesehatan ringan. Tersedia pula area bermain anak serta pembagian takjil dan sahur gratis bagi pemudik.
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, mengatakan fasilitas ini menjadi titik penting bagi pengemudi memulihkan stamina. Ia menilai keberadaan Selasar Fastron membantu pemudik tetap bugar selama perjalanan jauh.
“Kami memahami banyak masyarakat mudik dengan mobil dan perjalanan perjalanan jauh di tengah lalu lintas padat. Kehadiran Selasar Fastron ini diharapkan menjadi tempat singgah pemudik agar dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih segar dan aman,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menambahkan perjalanan panjang di tengah lalu lintas padat membuat kendaraan bekerja lebih keras. Kondisi ini terutama terjadi di jalur tol KM 57 yang menjadi salah satu titik padat kendaraan.
Menurutnya kondisi oli mesin menjadi faktor penting dalam perjalanan jauh. Oli membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sekaligus melindungi komponen kendaraan dari sirkulasi berlebih.
Oleh karena itu, pihaknya juga menyediakan layanan penggantian oli bagi pemudik. Layanan tersebut diharapkan membantu kendaraan tetap dalam kondisi prima selama perjalanan mudik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....