Menjelang Porprov Morowali 2026, Pemda dan KONI Touna Matangkan Persiapan
- 30 Sep 2026 06:31 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tojo Una-Una menggelar rapat pengurus bersama cabang olahraga (Cabor) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali tahun 2026.
Rapat dipimpin langsung Ketua KONI Kabupaten Tojo Una-Una, Ilham, Selasa, 29 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Tojo Una-Una. Pembahasan mencakup kesiapan kontingen, seleksi atlet, pemusatan latihan, hingga dukungan anggaran untuk keberangkatan kontingen Touna ke Porprov Morowali.
Dalam arahannya, Ilham menyampaikan tiga penekanan yang harus menjadi perhatian seluruh pengurus KONI dan Cabor dalam menghadapi Porprov. Seperti tidak ada atlet transfer dari luar daerah, Ilham menegaskan, atlet yang dipersiapkan untuk Porprov harus merupakan atlet binaan Tojo Una-Una dengan identitas dan status kependudukan yang jelas.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen KONI dalam menjaga pembinaan dan keberlanjutan prestasi atlet lokal. Selanjut pintah Bupati agar Cabor yang belum siap tidak boleh dipaksakan berangkat dan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali tahun 2026.
Pengurus KONI Tojo Una Una juga meminta setiap Cabang olahraga perlu melakukan evaluasi secara objektif baik terhadap kesiapan atlet yang akan dibawah menuju Porprov, maupun kepelatihan dan pembinaan.
Menurut Ilham Lawidu cabang olahraga yang belum memenuhi kesiapan tidak perlu dipaksakan mengikuti Porprov hanya demi mengejar jumlah keikutsertaan. Ketiga, anggaran akan dihentikan bagi cabang olahraga yang sudah tidak melanjutkan pertandingan saat perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.
Ilham menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan penggunaan anggaran selama pelaksanaan Porprov. Apabila suatu Cabor telah bertanding dan dinyatakan kalah serta tidak lagi memiliki pertandingan lanjutan, maka atlet dan tim pendukungnya akan dikembalikan ke Ampana sehingga pembiayaan tidak terus berjalan.
“Kita harus realistis dan efisien. Kita ke Morowali untuk prestasi. Tidak ada pemain luar, jangan paksakan Cabor yang belum siap, dan kalau sudah kalah dan tidak lanjut, kita pulangkan. Anggaran harus tepat sasaran,” kata Ilham.
Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga marwah pembinaan olahraga daerah sekaligus memastikan dukungan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Rapat juga membahas pendataan ulang Cabor yang dinilai layak diberangkatkan serta pembentukan tim kerja untuk mematangkan persiapan kontingen Porprov Tojo Una-Una menuju Morowali 2026. Hingga saat ini, KONI Tojo Una-Una masih melakukan finalisasi jumlah Cabor dan atlet yang akan mewakili daerah pada ajang Porprov Sulawesi Tengah 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....