Kanwil Ditjenpas Sulteng Dukung Penanganan Gempa Flores oleh Kemenimipas

  • 05 Sep 2026 14:02 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Palu - Jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mendukung langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam membantu masyarakat dan jajaran yang terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Herman Mulawarman mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama dari seluruh jajaran Pemasyarakatan.

“Kami jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mendukung penuh langkah Kemenimipas dalam membantu masyarakat dan jajaran yang terdampak gempa Flores,” ujar Herman.

Menurutnya, solidaritas tersebut menjadi bentuk kepedulian jajaran Pemasyarakatan terhadap masyarakat, pegawai, dan warga binaan yang terdampak bencana.

Herman menegaskan, tugas Pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pembinaan dan pelayanan. Jajaran Pemasyarakatan juga dituntut mampu hadir dalam situasi kemanusiaan yang membutuhkan dukungan.

Dukungan tersebut sejalan dengan langkah Kemenimipas menyalurkan bantuan bagi korban gempa Flores sekaligus memastikan kondisi jajaran Pemasyarakatan yang terdampak mendapat perhatian.

Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi yang hadir mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kamis 3 Agustus 2026.

Bantuan tersebut berasal dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas dan terdiri atas 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, serta multivitamin.

Bantuan juga diberikan Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas dan Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan. Sasaran bantuan meliputi masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.

Mashudi mengatakan, Menteri Imipas menekankan pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat dan jajaran Kemenimipas yang terdampak bencana.

“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi,” kata Mashudi.

Usai menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kanwil Ditjenpas NTT meninjau kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang turut terdampak gempa pada 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan rutan. Ditjenpas sebelumnya telah menurunkan tim untuk melakukan asistensi dan penilaian tingkat kerusakan.

Hasil penilaian awal menunjukkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan pembangunan kembali. Hasil tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan kebutuhan penanganan dan Rencana Anggaran Biaya.

Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng.

Di tengah kondisi tersebut, pelayanan kepada warga binaan tetap dipastikan berjalan. Pemenuhan hak-hak warga binaan tetap diberikan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk pemberian remisi sesuai ketentuan.

Herman berharap semangat kepedulian dan gotong royong antarsatuan kerja Pemasyarakatan terus dijaga. Hal tersebut dinilai penting agar jajaran maupun masyarakat yang menghadapi kondisi sulit dapat memperoleh dukungan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....