Lapas Luwuk Salurkan Upah Premi Non Tunai bagi Warga Binaan Produktif

  • 02 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian. Hal tersebut diwujudkan melalui pembagian upah premi kepada warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan kemandirian, Rabu 1 Juli 2026, di lapangan apel Lapas Kelas IIB Luwuk.

Upah premi diserahkan secara simbolis oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapigiatja), Rudi Santoso. Penghargaan diberikan kepada warga binaan yang terlibat aktif dalam berbagai program pembinaan, seperti ketahanan pangan melalui pertanian konvensional hingga pembuatan suvenir.

Pemberian upah premi merupakan bentuk apresiasi atas hasil karya, dedikasi, dan produktivitas warga binaan selama mengikuti proses pembinaan. Selain menjadi penghargaan, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan keterampilan.

Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan hasil pembinaan, seluruh upah premi disalurkan secara non-tunai melalui Si Tonai (Sistem Transaksi Non-Tunai). Dengan mekanisme tersebut, tidak ada pembayaran dalam bentuk uang tunai sehingga setiap transaksi dapat tercatat dengan baik, lebih aman, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan pemberian upah premi bukan sekadar bentuk apresiasi. Namun, juga bagian dari strategi pembinaan untuk menanamkan nilai tanggung jawab, etos kerja, dan kemandirian ekonomi kepada warga binaan.

"Kami berharap keterampilan yang diperoleh beserta penghargaan atas hasil kerja ini menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Bahrun.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian warga binaan. Tujuannya adalah menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan kerja, berdaya saing, serta siap kembali ke masyarakat melalui proses reintegrasi sosial.

Salah seorang penerima upah premi berinisial NM, mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, hasil kerja selama mengikuti pembinaan terasa lebih bermakna karena mendapat apresiasi secara nyata.

"Yang paling penting, kami memperoleh pengalaman bekerja, belajar disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat," ucapnya.

Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Luwuk berharap setiap warga binaan memiliki keterampilan kerja. Sekaligus mampu membangun kepercayaan diri, meningkatkan kesejahteraan, serta menjadi pribadi yang produktif dan mandiri. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....